Minggu, 21 Agustus 2011

Siluman Ular Putih

Ini adalah kisah yang sangat populer dari daerah Hangzhou dalam Periode Lima Dinasti. Ular Putih Bai Suzhen dan Ular hijau Xiaoqing dari Gunung Emei, memiliki kekuatan sihir merubah diri menjadi wanita muda dan cantik.


Mereka datang untuk menemukan seorang pria bernama Xu Xian yang pernah menyelamatkan hidup Ular Putih di Danau Barat kota Hangzhou pada kehidupan sebelumnya. Ular Putih jatuh cinta kepada Xu Xian pada pandangan pertama. Beberapa lama kemudian mereka segera menikah.

Dengan menulis resep, Ular Putih Bai Suzhen membantu suaminya di toko obat herbal yang mereka buka. Pasien yang kurang mampu diberikan pengobatan dan obat – obatan secara gratis. Toko dengan cepat menjadi terkenal. Suatu hari seorang rahib bernama Fa Hai melihat pasangan ini dan memperingatkan Xu Xian bahwa istrinya adalah siluman ular putih. 

Saat Festival Perahu Naga, ada kebiasan untuk setiap rumah tangga menanam tanaman seperti calamus dan mugwort Tiongkok dengan tujuan mengusir roh – roh. Tentu ini berbahaya bagi Bai Suzhen dan Xiaoqing, karena mereka adalah roh yang menjelma jadi manusia. Dengan alasan sedang hamil, Bai Suzhen meminta kepada suaminya untuk tinggal dirumah. Xu Xian menemani istrinya di rumah pada hari itu dan Dia menyiapkan sebotol anggur dengan realgar. Realgar tidak hanya untuk mengusir roh, tapi juga diangggap dapat bermanfaat bagi wanita hamil. Di bawah bujukan suaminya, Bai Suzhen tidak bisa mencari alasan lagi untuk menolak dan berpikir, dengan kemampuan sihirnya mampu membuatnya kebal dari efek realgar. Dia kemudian meminumnya, tapi dia tidak mampu bertahan, dia menderita sakit dan gelisah, berlari ke tempat tidur dan menutup tirainya. Khawatir akan keadaan Bai Suzhen, Xu Xian bergegas ke tempat tidur dan membuka tirai. Bai Suzhen tidak lagi disana, di tempat tidur itu dia melihat Ular Putih besar melingkar. Xu Xian sangat terkejut, dia jatuh ke lantai dan meninggal.

Ketika efek realgar memudar, Bai Suzhen secara berlahan –lahan kembali ke bentuk manusia. Ia amat sedih ketika menemukan Xu Xian meninggal di samping tempat tidur. Tapi dia tahu bahwa ada Ganoderma , sebuah tanaman herbal dari Gunung Kunlun, dapat mengembalikan hidup suaminya. Ia terbang ke Gunung Kunlun untuk mencuri tanaman langit tersebut, disana dia bertemu Bangau putih dan penjaga langit yang bertanggung jawab menjaga Ganoderma. Mereka berjuang mencegah dia mengambil Ganoderma dan Bai Suzhen kalah dalam pertempuran, tiba-tiba sebuah suara memerintahkan mereka untuk berhenti. Itu adalah suara Dewa Selatan. Bai Suzhen memohon sambil menangis meminta Dewa mau membantunya. Kagum dengan ketulusan dan ketekunan Bai Suzhen, akhirnya diberikan padanya Ganoderma tersebut.

Xu Xian segera hidup kembali setelah Bai Suzhen memberikan Ganoderma kepadanya. Tapi dia masih ingat dan takut, pada ular yang dia lihat di tempat tidur istrinya.
Bai Suzhen mengarang cerita untuk menenangkan suaminya., ia mengatakan kepadanya, Ular yang ia lihat ternyata adalah seekor naga turun dari surga. Pemandangan itu pertanda baik. Suaminya menyesal dia tidak sadar pada waktu itu, kalau tidak, dia akan membakar dupa kepada naga.
Xiaoqing menambahkan, ia juga telah melihat sesuatu yang menyerupai ular putih atau naga terbang dari tempat tidur ke jendela dan kemudian menghilang. Xu Xian berkurang kecurigaannya oleh cerita-cerita ini. 

Xu Xian ingat pada Fa Hai dan pergi ke Kuil Jinshan untuk menemuinya. Fa Hai menyarankan Xu Xian menjadi rahib untuk melupakan istrinya. Fa Hai bisa mengurus roh. Bai Suzhen bertarung dengan Fa Hai di Kuil Jinshan, Dia meminta pasukan makhluk bawah air untuk membantunya dan menciptakan banjir. Fa Hai juga memiliki kekuatan sihir dan meminta tentara langit untuk menyelamatkan kuil. Karena Bai Suzhen hamil, dia terlalu lemah untuk bertarung lebih keras, Dia menyerah dan menunggu waktu setelah melahirkan.

Xu Xian pergi menemui putranya dan membawa sebuah topi sihir dari Fa Hai untuk putranya. Topi sihir tersebut menangkap Ular Putih. Fa Hai memenjarakan Ular Putih dalam Pagoda Leifeng.
Ular Hijau, Xiaoqing tidak mampu menghadapi Fa Hai sendirian, meloloskan diri dan berlatih kekuatan sihir dengan lebih keras. Setelah anak Bai Suzhen tumbuh dewasa. Ia membalas dendam menghancurkan Pagoda Leifeng dan menyelamatkan ibunya. Akhirnya Ular Putih Bai Suzhen bersatu kembali dengan suami dan anaknya.

Karena kisah ini begitu populer, ia telah banyak ditampilkan dalam bentuk opera, film, novel, komik, kartun dan game PC. Bagian awal dan akhir cerita, telah banyak ditulis ulang.

Sumber : Erabaru.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar