Sabtu, 10 Desember 2011

Tinggal Satu Kata

Alkisah hiduplah seorang Raja yang begitu angkuh dan berkuasa. Begitu angkuhnya dia sehingga telah menaklukkan begitu banyak musuh. Keluarga dan bawahan semua takut padanya.

Suatu hari Raja meminta bawahannya untuk menciptakan sebuah senjata pamungkas. Sebuah alat yang bisa dipasangkan ke tubuh musuh tanpa ketahuan musuh tersebut. Dan bila musuh tersebut mengucapkan lebih dari tiga kata saja, maka dia akan meledak hancur berkeping - keping.

Setelah kerja keras berhari - hari dan berminggu - minggu akhirnya selesailah senjata pamungkas tersebut,, Lalu tibalah hari yang dinanti - nantikan. Hari uji coba alat tersebut.

Pagi harinya seperti biasa raja bangun dan berjalan - jalan di depan halaman istananya. Sambil dihirupnya udara pagi menanti laporan dari bawahannya yang ilmuwan tersebut.

Sambil berlari tergesa - gesa,, bawahannya menghampiri sang Raja, wajah nya kelihatan panik.

Bawahan : Mohon ampun paduka raja,
                 alat yang semalam telah hamba siapkan
                 untuk uji coba pagi ini,,
                 telah menghilang.

Raja        : Bagaimana bisa????

Bawahan : Karna barang itu kecil dan belum ada seorang
                 pun yang tahu bentuknya..
                 hamba khawatir seseorang  telah
                 dengan tidak sengaja menggunakannya..

Ketika Raja hendak menjawabnya... Bawahan tersebut segera menyuruh Raja untuk diam.

Bawahan : Paduka,, kancing yang anda kenakan di baju anda...
                 Itu adalah senjata pamungkas yang telah hamba ciptakan..
                 Tadi anda sudah mengucapkan 2 kata,,,
                 tinggal satu kata2 lagi yang tersisa..
                 Mohon paduka tidak berkata - kata lagi.
                 Tunggu hamba pikirkan cara melepaskan senjata tersebut.

Raja menjadi panik dan berusaha membuka kancing tersebut. Tiba - tiba datang istrinya dengan panik memegangi pipinya dan berkata " Suami ku.. gigi ku sakit sekali,, apa yang harus ku lakukan?? Raja hendak berkata - kata, tapi teringat pesan bawahannya,, Raja hanya bisa diam sementara istrinya menunggu jawaban. Tak lama datang dari arah gerbang seorang prajurit dengan tergopoh - gopoh. " Paduka,,, prajurit musuh sudah menyerang ke arah gerbang istana??"  Entah darimana datangnya seorang pelayan yang linglung menghampiri sang Raja... " Paduka... tadi menyuruh saya beli apa yah??"

Raja yang panik berusaha untuk tenang dan memikirkan satu kata yang tepat untuk semua pertanyaan. Akhirnya beliau berkata

" SIKATTTTTTTTTT "

Sumber : Majalah AMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar