Senin, 08 Agustus 2011

The First King Of China

Shih Huang Ti lahir tahun 259 SM dan meninggal tahun 210 SM adalah Kaisar Cina yang berkuasa tahun 238-210 SM, menyatukan Cina menjadi Kekaisaran besar di Asia bahkan di dunia. Sebelum beliau berkuasa, Cina terpecah-pecah dalam negara-negara kecil akibat lemahnya kekuasaan dinasti Chou
Kerajaan-kerajaan kecil tersebut saling bertempur hingga yang kecil akan lenyap di caplok kerajaan yang lebih besar. Kerajaan terkuat saat itu adalah Kerajaan Ch`in yang berkedudukan di Cina Bagian Barat. Kerajaan Ch'in menganut aliran filosofis legalis sebagai dasar Negara dan mengesampingkan ajaran Kong Hu-Cu. Filosofi legalis mengajarkan bahwa rakyat harus diawasi ketat melalui aturan-aturan keras dan paksaan. Hukum dan aturan dibuat penguasa di ubah jika dianggap perlu demi kepentingan politik dan kelangsungan kekuasaan.

Ch'in kemudian berkembang menjadi kerajaan paling kuat diantara kerajaan di Cina. Cheng naik tahta pada tahun 246 SM pada umur 13 tahun dan pemerintahan dipegang dewan pemerintahan hingga Cheng cukup dewasa di tahun 238 SM. Kaisar Cheng kemudian mengangkat jendral-jendral yang berkemampuan tinggi untuk menginvansi kerajaan-kerajaan kecil yang masih tertinggal. Akhirnya tahun 221 SM Kaisar Cheng berhasil menyatukan Cina dan dia bisa memproklamirkan diri selaku Wang (raja) seluruh Cina. dia memakai gelar baru dan menyebut dirinya Shih Huang Ti yang maknanya "Kaisar pertama."

Dalam kepemimpinannya, Shih Huang Ti melakukan upaya mencegah perpecahan di Kekaisarannya. Ia mengganti sistem pemerintahan feodal. Wilayah yang dikuasainya dibagi-baginya menjadi 36 propinsi, dan pada tiap propinsi diangkat seorang gubernur sipil yang langsung ditunjuk oleh kaisar. Shih Huang Ti mengeluarkan dekrit bahwa gubernur propinsi tidaklah lagi berdasar keturunan. Akibat dari keputusan ini, terjadilah kebiasaan memindah-mindahkan gubernur dari satu propinsi ke propinsi lain untuk mencegah kemungkinan timbulnya pejabat daerah yang ambisius dan menyusun basis kekuatan untuk kepentingan dirinya sendiri. Tiap propinsi juga punya pimpinan militer, ditunjuk oleh kaisar dan sewaktu-waktu bisa dipindah kapan saja dia berkenan. Ia juga menunjuk pejabat untuk memelihara keseimbangan antara gubernur sipil dan gubernur militer. Dia membangun jalan raya yang panjang dan rapi menghubungkan ibukota dengan kota-kota propinsi. Jalan raya itu dibangun sedemikian rupa untuk kepentingan ekonomi dan militer. Shih Huang Ti juga menerapkan aturan bagi aristokrat-aristokrat lama yang masih hidup harus menetap di ibukota Hsieng dengan maksud agar mereka mudah diawasi gerak-geriknya.

Shih Huang Ti juga membangun kekuatan ekonomi negaranya dengan menetapkan aturan ukuran baik untuk berat timbangan maupun panjang sesuatu barang, menetapkan standar mata uang, macam-macam peralatan, lebar serta panjang kendaraan dan mengawasi konstruksi jalan raya dan saluran-saluran air. Dan dia juga menetapkan sistem hukum yang seragam untuk seluruh Cina berikut standar bahasa tulisan. Tahun 213 SM kaisar menerapkan aturan penghancuran semua buku di Cina, kecuali buku-buku yang berkaitan dengan masalah pertanian, kedokteran, catatan sejarah mengenai negara Ch'in dan buku-buku falsafah yang ditulis oleh pengarang-pengarang penganut faham legalis. Selebihnya --tidak kecuali buku-buku doktrin Kong Hu-Cu-- mesti dimusnahkan. Dengan dikeluarkannya aturan yang kelewatan ini mungkin merupakan contoh pertama adanya sensor besar-besaran dalam sejarah. Dia bermaksud melabrak habis filosofi-filosofi lawannya, khususnya faham Kong Hu-Cu. Tetapi, Shih Huang Ti memerintahkan mengkopi buku-buku yang dilarang dan disimpan di perpustakaan di ibukota.

Politik luar negerinya juga terkenal keras dan imperalis. Ia menaklukan selatan Cina, dan daerah-daerah yang ditaklukkan dimasukkan ke dalam wilayah Cina. Juga di utara dan di barat pasukannya berhasil, namun dia tidak mampu menundukkan penduduknya secara permanen. Untuk mencegah jangan sampai mereka menyerang Cina, Shih Huang Ti menghubungkan pelbagai dinding lokal yang memang sudah ada di perbatasan Cina utara sehingga menjadi jalur tembok raksasa. Tembok besar China adalah bangunan spektakuler yang menjadi keajaiban dunia dan masih utuh hingga kini. Pembangunan tembok Cina membebankan penduduk dengan pajak tinggi, sehingga membuatnya tidak disenangi masyarakat. Berbagai upaya pembunuhan banyak dilakukan, namun selalu gagal. Kaisar kemudian meninggal secara wajar tahun 210 SM. Kaisar digantikan putera keduanya bergelar Erh Shih Huang Ti. Tetapi, kemampuannya tidak sehebat ayahnya hingga akhirnya muncul beberapa pemberontakan. Dalam tempo empat tahun dia terbunuh. Perpustakaan kerajaan dibumihangus, dan dinasti Ch'in sepenuhnya ditumbangkan.

Dinasti berikutnya (dinasti Han) meneruskan sistem dasar administratif yang ditegakkan oleh Ch'in Shih Huang Ti. Dan memang dalam kenyataannya, sepanjang dua puluh satu abad kekaisaran Cina melanjutkan garis-garis yang sudah diletakkan. Meskipun sistem hukum Ch'in yang keras segera dilunakkan oleh para kaisar dinasti Han, dan biarpun keseluruh filosofi legalis sudah dijauhi dan Confucianisme menjadi lagi falsafah negara, penyatuan politik dan kultural yang sudah dibangun oleh Shih Huang Ti tidaklah luntur.

Penulis-penulis Barat sering membandingkan Shih Huang Ti dengan Napoleon. Tetapi, tampaknya dia lebih mirip dengan Augustus Caesar, pendiri kekaisaran Romawi. Empirium yang mereka dirikan sedikit banyak punya kemiripan dalam ukuran luas daerah dan jumlah penduduk. Bedanya, empirium Romawi berdiri jauh lebih singkat dan daerah yang diperintah oleh August Caesar tidak mampu dipersatukan dalam jangka waktu lama. Tidaklah demikian pada Shih Huang Ti. Itu sebabnya Shih Huang Ti lebih punya pengaruh ketimbang August Caesar.
 Referensi: http://luk.staff.ugm.ac.id

Konon ketika kaisar Shih Huang Ti terbaring sekarat, ia berbisik kepada anak-anaknya, “Betul kata Kong Hucu, kita tidak dapat melihat bayangan wajah kita di air yang mengalir, kita hanya dapat melihatnya di air yang diam”.

Jendela Rumah Sakit

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru - parunya. Kebetulan , tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu - satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus diatas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap - cakap selama berjam - jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang duduk berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya kegiatan dan warna - warna indah yang ada diluar sana.

"Diluar jendela tampak sebuah taman dengan kolam yang indah, itik dan angsa berenang cantik, sedangkan anak - anak bermain dengan perahu - perahu mainan. Beberapa  pasangan berjalan bergandengan ditengah pelangi. Sebuah pohon tua yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan diluar jendela dengan detail, sedangkan pria yang lain berbaring sambil memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya jadi lebih tenang dalam menjalani keseharian dirumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain pria yang duduk dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat meihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata- kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi, ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenasah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar  ia bisa dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela itu. Perawat dengan senang hati menuruti kemauannya dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika kemudian selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, dengan perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela disamping tempat tidurnya. Apa yang ia lihat? Ternyata jendela itu menghadap sebuah TEMBOK KOSONG.

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tercerita seolah - olah melihat semua pemandangan yang luar biasa dibalik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta.

"Barang kali ia ingin memberimu semangat hidup" Kata perawat itu.

Jika anda membuat seseorang bahagia hari ini, anda juga membuat dia bahagia dua puluh tahun lagi saat ia mengenang peristiwa itu (Sidney Smith)


sumber :  Motivasi Andi Muzaki

Kamis, 04 Agustus 2011

Rahasia Kehidupan

Alkisah, di sebuah dusun yang terpencil, tinggallah seorang pemuda yang ingin pergi mengembara ke negeri orang untuk mengubah nasib. Menjelang keberangkatan, muncul di hatinya perasaan takut, cemas, dan ragu. Untuk memantapkan tekadnya, pergilah si pemuda ini menghadap sesepuh marga atau panitua di dusun untuk meminta petunjuk, memohon restu, sekaligus berpamitan.

Mendengar niat pemuda ini, sang sesepuh dengan gembira berkata: “Anakku, rahasia kehidupan ini hanya terdiri dari enam kata. Dan hari ini aku berikan setengahnya dulu sebagai bekal kepergianmu.” Lalu sang sesepuh menuliskan tiga kata, yaitu “Bu Yao Pa (jangan takut)!”

Waktu terus berjalan.. tidak terasa 30 tahun telah berlalu. Berbagai macam suka dan duka telah dijalani sang pemuda tadi. Dengan modal kata bijak “Jangan takut!”, segala peluang dan tantangan dihadapinya dengan keyakinan dan penuh keberanian. Dengan sikap mental yang luar biasa seperti itu, akhirnya, ia berhasil mengubah nasibnya. Pemuda itu kini telah menjadi seorang yang sukses serta sangat terpandang di negeri itu.

Namun dalam segala keberhasilannya, ia merasa ada sesuatu yang kurang sempurna dan ia menyesal mengapa tidak mampu memecahkan masalah tersebut. Ia berusaha keras mencari tahu apa penyebabnya, tetapi pikirannya justru bertambah kacau dan tidak terarah. Saat dalam kegamangan itulah ia teringat dengan sang sesepuh yang telah memberinya tiga kata bijak. “Bukankah beliau masih menyimpan tiga kata bijak lagi yang dijanjikan akan diberikannya kepadaku?” gumannya.

Maka ia pun memutuskan pulang kembali ke desanya dahulu untuk menemui sang sesepuh untuk meminta sisatiga kata yang dijanjikan. Sayangnya, sesampai di desa, sang sesepuh ternyata telah meninggal dunia. Tetapi ada sepucuk surat wasiat yang ditinggalkan untuknya. Rupanya sang sesepuh sudah memperkirakan bahwa kelak suatu hari pemuda itu pasti akan kembali. Secepatnya dibukalah surat wasiat itu, dan di dalamnya berisi pesan tiga kata: “Bu Hou Hui (jangan pernah menyesal)!”

Begitu selesai membaca kata-kata itu, secara spontan perasaan menyesal yang membebaninya selama ini langsung hilang, perasaannya menjadi ringan dan gembira.

Netter yang Luar Biasa!

Sungguh berbobot enam kata bijak tadi. Jangan takut, danjangan pernah menyesal. Tidak terkecuali, Anda, saya dan kita semua juga membutuhkan enam kata bijak tadi. Jika ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik, mau mengubah harapan menjadi nyata, pasti, kita membutuhkan tiga kata bijak pertama: “jangan takut”. Kata bijak ini mengandung motivasi yang dapat melahirkan kekuatan keberanian untuk bertindak. Jangan takut menentukan cita-cita yang tinggi! Jangan takut mencoba dan memulai! Jangan takut menerima tantangan! Jangan takut memeras keringat! Jangan takut mengemban tanggung jawab yang lebih besar!

Namun ada kalanya, hasil perjuangan tidak sesuai dengan harapan. Hambatan demi hambatan seolah memang diciptakan untuk menghadang kita. Perjuangan pun bisa gagal total. Ini bisa membuat kita merasa diliputi ketidak puasan, kecewa, penyesalan.Pada titik seperti ini, tiga kata bijak berikutnya: “jangan pernah menyesal”, bisa menjadikunci kebangkitan kita. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Penyesalan tidak akan dapat mengubah apapun, malah hanya membebani dan menghambat langkah kita ke depan.

Mampu menerima hasil perjuangan apa adanya adalah bijaksana, tetapi mau tetap bangkit dengan apa adanya kita hari ini adalah luar biasa!!! Selama kita telah berjuang memberikan yang terbaik dari yang kita miliki, apa pun hasilnya, sukses atau gagal, yang pasti semangat perjuangan itu telah memiliki nilai kesuksesan tersendiri…

Jangan takut ! Jangan pernah menyesal!

Rabu, 03 Agustus 2011

Batu Besar

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata " Okay, sekarang waktunya untuk kuis." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya dimeja." Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu, hingga tak ada tempat lagi yang tersedia untuk diisi batu. Ia kemudian bertanya pada kelas " Menurut kalian apakah ember ini telah penuh?"

Semua mahasiswa serentak menjawab "Ya."

Dosen kembali bertanya, " Sungguhkah demikian?" Kemudian dari dalam meja ia mengeluarkan sekantong kecil kerikil. Lalu menuangkan ke ember sambil mengocok2 ember tersebut hingga kerikil tersebut mengisi setiap ruang kosong di antara batu. Kemudian dosen kembali bertanya " Nah.. Apakah sekarang ember ini sudah penuh?'

Para mahasiswa kini terdiam, salah satu diantaranya kemudian menjawab " Mungkin tidak."

Dosen kemudian menjawab " Bagus." Sekarang dosen kembali mengambil sekantung pasir dan menuangkannya kedalam ember, lalu mengocok2nya lagi sampai pasir mengisi ruang dalam ember.
 Sekali lagi ia bertanya, " Baiklah, apakah sekarang ember ini telah penuh?"

Kali ini seisi kelas dengan lantang menjawab "Belum."

"Bagus, Bagus sekali." Kali ini ia mengambil sebotol air dan kemudian menuangkannya kedalam air hingga air meluber keluar ember. Lalu ia menoleh ke seluruh isi kelas dan bertanya, " Tahukah kalian, apa arti ilustrasi ini ?'

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan menjawab " Maksudnya adalah tak perduli seberapa padat jadwal kita, kalau kita mau sekuat tenaga mengerjakan, kita pasti akan bisa melakukannya."

"Oh.. bukan, bukan itu maksudnya," Kata dosen. " Kenyataan dari ilustrasi mengajarkan kita bahwa bila anda tidak memasukkan 'batu besar' terlebih dahulu maka anda tidak dapat memasukkan semuanya"

"Yang dimaksud dengan batu besar adalah anak - anak anda, pasangan anda, pendidikan anda, hal penting dalam hidup anda mengajarkan anda: mengajarkan sesuatu pada orang lain, melakukan pekerjaan yang kau cintai, waktu untuk diri anda sendiri, kesehatan anda, teman anda, atau semua yang berharga."

Ingatlah untuk selalu memasukkan 'Batu Besar' terlebih dahulu atau anda akan kehilangan semuanya.







 

Selasa, 02 Agustus 2011

Pemandangan Indah

Alkisah seorang kakek ingin melakukan perjalanan menggunakan kereta. Menurut cerita yang dia dengar, jalur yang dilalui kereta tersebut memiliki pemandangan yang sangat indah. Kakek sudah membeli tiket dengan posisi duduk dekat jendela. Bermaksud selama perjalanan ingin menikmati pemandangan indah tersebut.

Akhirnya tibalah hari keberangkatan. Kakek tersebut pun mulai menaiki kereta. Namun selama perjalanan kakek disibukkan dengan membenarkan topi, tak lama lalu membenarkan posisi duduk, lalu tidak lupa menyiapkan kopi, sambil mencari cemilan, dan lain sebagainya.

Setelah sekian lama mempersiapkan diri, sang kakek akhirnya dapat duduk dengan tenang. Namun sangat disayangkan, perjalanan kereta sudah hampir selesai. Akhirnya pemandangan yang  begitu indah tak dapat dinikmatinya.

Kebanyakan manusia sibuk dengan urusan yang remeh dalam hidupnya. Hal yang begitu penting didepan mata malah diabaikan. Tak berpikir bahwa waktu yang sudah berlalu tak dapat dibeli kembali.

Senin, 01 Agustus 2011

Nenek Berwajah Muram

Alkisah ada seorang nenek - nenek berjualan di pasar. Beliau terkenal sebagai Nenek Berwajah Muram. Karna setiap hari wajahnya begitu muram dan sedih. Baik cuaca dingin ataupun panas, nenek ini akan menangis. Tak perduli dagangan ramai atau sepi, nenek ini juga akan menangis.

Suatu hari seorang pemuda yang sangat penasaran kemudian bertanya pada nenek tersebut " Nenek, setiap hari saya melihat anda selalu menangis dan bersedih. Apakah ada anggota keluarga nenek sedang sakit?" Nenek menggelengkan kepala dan kembali muram. Anak muda ini tak pantang menyerah, kemudian bertanya lah " Bila keluarga sehat - sehat, usaha lancar, mengapa pula nenek menangis?"

Nenek kemudian menjawab dengan muram, " Anak muda, saya punya dua orang anak, yang pertama menjual payung, anak kedua saya menjual es krim, saya sangat bersedih, bila turun hujan, tentu dagangan anak kedua saya tidak laku. Bila panas terik, justru dagangan anak pertama saya tidak laku, huhuhu.... "

Mendengar penuturan nenek tersebut, pemuda lalu tertawa dan berkata " Nenek, janganlah kau bersedih lagi. Bila hujan turun justru kau harus senang, karna tentu dagangan anak pertama mu laku. Sebaliknya bila cuaca panas terik, lebih kau harus berbahagia, karna dagangan es krim anak kedua mu, tentu akan laku."

Mendengar penuturan pemuda tersebut, nenek tersebut kemudian berterima kasih. Semenjak saat itu, tak perduli hujan deras ataukah panas terik, nenek tersebut akan tersenyum dan mengucap syukur. Akhirnya orang - orang mulai memanggilnya Nenek Berwajah Senyum.

RIWAYAT HIDUP BUDDHA GAUTAMA//SAKYAMONI (BAGIAN 3)


PERAYAAN MEMBAJAK =
Setelah Pangeran Sidhartta berumur beberapa tahun ,Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak.Raja juga ikut membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah alat bajak terbuat dari emas.Sedangkan, Pangeran ditemani dan dijaga oleh dayang-dayangnya.Tetapi dayang-dayang sedang menyaksikan perayaan membajak ,sehingga meninggalkan Pangeran kecil dibawah bayangan pohon jambu,dan dibawah pohon jambu Pangeran sedang bermeditasi dan duduk bersila.Setelah dayang-dayang mereka kembali merasa heran melihat Pangeran,sehingga dayang-dayangnya memberitahukan Raja.Raja dengan diiringi para petani datang ketempat ,untuk menyaksikan peristuwa ganjil tersebut.Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana,Yaitu suatu tingkatan pemusatan pikiran, maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik,dan satu keajaiban lagi,bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi.
MASA KANAK-KANAK =
Masa ini Pangeran Siddhartta sudah berumur 7 tahun.Saat itu Raja memerintahkan untuk menggali 3 kolam dihalaman istana.setiap kolamnya ditanam berbagai jenis bunga teratai(lotus) dan warnanya ada yang biru(Uppala), merah(Paduma),putih(Pundarika).Pelayan-pelayan diperintahkan untuk menlindungi Pangeran dengan sebuah payung yang indah kemanapun Pangeran pergi,yang melambangkan dari keagungannya.
Masa sekolah Pangeran,Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu pengetahuan.Ternyata Pangeran cerdas sekali dan semua pelajaran yang diberikan dengan cepat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dapat diajarkan kepada Pangeran kecil.Sejak kanak-kanak Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup,seperti pada suatu hari Pangeran dan saudara sepupunya(Devadatta).Saat itu, Devadatta melihat burung belibis.Lalu membidik panahnya dan berhasil menembak jatuh belibis itu.Sehingga Pangeran menghampirinya ,dan memeluk belibis itu.Dengan penuh kasih sayang mencabut panah dari dari sayap belibis tersebut,kemudian meremas-remas beberapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi lukanya.Devadatta minta menyerahkan belibis itu ke dia.Tapi Pangeran tidak mau,sehingga merundingkan didewan.Setelah di Dewan, kedua pihak dewan lalu memberikan keputusan sebagai berikut : "Hidup itu milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya..Hidup tidak mungkin menjadi milik dari orang mencoba menghancurkannya,Karena itu menurut norma-norma keadilan yang berlaku maka secara sah belibis harus menjadi milik dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanyaya,yaitu: Pangeran Siddharttha."
MASA REMAJA
Masa ini Pangeran telah berusia 16 tahun.Raja memerintah untuk membuat 3 buah istana besar dan indah,setiap istana dibuat untuk musim dingin(Ramma),musim panas(Suramma) dan musim hujan(subha).Raja juga mengadakan satu sayembara dimana berbagai ilmu peperangan dipertandingkan.Dalam sayembara itu Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain yang datang dari segenap penjuru negara Sakya bahkan juga pangeran-pangeran dari negara-negara lain.Tapi sayembara ini dimenangkan oleh Pangeran Siddhattha,karena keahlian tak tertanding oleh yang pangeran-pangeran lain,seperti memanah,naik kuda, berpedang.Dalam sebuah pesta besar Raja juga menyelenggarakan pemilihan gadis untuk dijadikan istri buat Pangeran Siddhattha.Pesta itu dihadiri oleh tidak kurang dari 40.000 ribu gadis cantik.Akhirnya,pemilihan itu Pangeran jatuh kepada seorang gadis bernama Yasodhara(putri dari pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dan bibinya bernama Ratu Amita/adik raja Suddhodana dari negara Devadaha).
Setelah penikahan Pangeran Siddhatha dan Putri Yasodhara.Ayahanda Pangeran kekhawatirnya berkurang,dan merasa puas denga apa yang dikerjakannya berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya.Tapi Raja masih selalu ingat kepada ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha.Dengan pernikahan ini, Raja mengharapkan Pangeran lebih terikat pada hal-hal diduniawi,dan juga jangan melihat 4 peristiwa tentang penghidupan,Yaitu:Orang Tua,Orang Sakit,Orang meninggal,Orang pertapa suci.
MELIHAT EMPAT PERISTIWA
Pangeran merasa tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti Orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar.Maka pada suatu hari,Pangeran mengunjungi Ayahnya dan berkata;"ayah,Aku ingin ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yang kelak akan ku perintah".Dan Ayahnya mengizinkannya keluar .Sebelum Pangeran keluar,Raja memerintahkan rakyat untuk menghias kota.Setelah itu, Pangeran boleh diperkenankan keluar jalan-jalan.Pada waktu ditengah jalan Pangeran melihat,peristiwa-peristiwa =
1.Orang Tua,Pangeran ditengah jalan melihat seorang tua keluar dari lubuk kecil.Rambut memutih dan panjang, kulit muka kering dan penuh keriput matanya sudah hampir buta,pakaiannya compang -camping dan kotor sekali. Giginya sudah ompong.badan kurus-kering dan dengan susah payah serta terbungkuk -bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat.Dengan suara lemah dan pelahan sekali ia minta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak diberi makanan ia pasti akan mati, hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah beberapa hari tidak makan.Melihat itu orang tua itu,Pangeran terkesan sekali.Pangeran menanyakan Channa,"apa itu?" Channa menjawab."itu keadaan seorang tua, tetapi bukan keadaannya sewaktu ia dilahirkan.Sewaktu masih muda orang itu seperti kita dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat.Tetap, Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa.Sehingga, setelah Pangeran balik dari istana.Pangeran tidak melupakan kejadian itu, membuatnya sedih sekali dan ia merenungkan persoalan itu lebih mendalam.Raja juga membuat pesta untuk Pangeran,agar tidak risau dengan keadaan yang dilihat itu.Tapi Pangeran tetap merenungnya sampai tidur.Setelah beberapa hari kemudian Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan melihat- lihat lagi kota Kapivatthu.Raja sama seperti sebelum memberitahukan rakyat terlebih dahulu Pangeran mau datang.
2.Orang Sakit, pada kesempatan ini Pangeran pergi bersama Channa berpakaian seperti anak keluarga bangsawan .Dalam jalan-jalan Pangeran,Pangeran banyak melihat warna-warni kesibukan sehari-hari rakyatnya.Dan utk kedua kalinya Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih . Pangeran melihat seorang yang sedang merintih-merintih dan bergulingan ditanah dengan kedua tangannya memegang perutnya.Di muka bercak-bercak berwarna ungu,matanya berputar-berputar dan napasnya mengap-mengap.Lalu Pangeran menghampiri orang itu,mengangkatnya, meletakkan kepalanya dipankuannya dan dengan suara menghibur menanyakannya: "Mengapa engkau?" .Orang sakit sudah tidak menjawab:'Ia hanya menangis tersedu-sedu.Lalu Channa mengatakan ke Pangeran,"jangan sentuh orang itu lama-lama .Orang itu sakit dan darahnya beracun.Ia diserang demam Pes dan seluruh badannya terasa terbakar,dan penyakit ini bisa menular."Akhirnya,Pangeran meletakkan kembali orang sakit itu. Pangeran menanyakan kembali Channa,"masih banyakkan orang seprti itu". Channa menjawab ,"banyak Pangeran,semua orang hidup dalam dunia dapat terserang penyakit''.Mendengar ini Pangeran semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenungkan kembali.
3.Orang meninggal, pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan dengan diiringi Channa berjalan-jalan di kota Kapilavatthu.Tidak lama kenudian mereka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah usungan yang dipikul oleh 4 orang. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tidak bergerak. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan meletakkannya diatas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan dinyalakannya. Orang itu tetap diam saj dan tidak bergerak meskipun apa telah membakarnya dari semua sudut.Lalu pangeran menanyakan Channa,"apakah itu?"Channa menjawab,''dia tidak tau apa-apa lagi.Tuanku.Orang itu sudah meninggal.Pangeran bertanya lagi,"apakah ini dinamakan meninggal?" Channa menjawab,''betul,Tuanku.Semua makhluk hidup pada suatu waktu harus meninggal/mati.Tidak seorang pun dapat mencegahnya."Pangeran menjadi heran dan kaget sekali sehingga tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut "meninggal" itu yang harus dialami setiap orang.Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang dan dikamarnya ia merenungkan persoalan sepanjamg hari.Sehingga Pangeran merasa pasti ada cara untuk menghentikannya,Aku harus mencarinya dan menolong dunia ini.
4.Orang Pertapa Suci,Inilah keempat kalinya Pangeran mengunjungi Kapilavatthu.Di sebuah taman berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. Tiba-tiba Pangeran melihat seorang Pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan menghampirinya. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk yang sedang dipegangnya.Pertapa itu menjawab,"Pangeran yang mulia, aku ini seorang pertapa yang minta-minta makanan. Aku menjauhkan diri dari keduniawian, meninggalkan sanak saudara untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua,sakit dan mati.Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasihan.Dan juga tidak menginginkan hal-hal dan barang-barang duniawi". Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita yang sama dengan dirinya.Pangeran bertanya," dimanakah obat itu harus dicari?"pertapa menjawab,'' didalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat, jauh dari gangguan dan keramaian dunia''.Sekarang maafkan, aku harus meneruskan perjalanan.Penerangan dan Kebahagiaan sedang menunggu." kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang.Konon diceritakan bahwa pertapa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddharttha.Pangeran merasa gembira sekali dan berkata didalam hati: "Aku juga harus menjadi pertapa seperti itu".!Dalam perjalanan pulang ke istana Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami, dan ngobrol bersama.Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "NIBBUTA" yang berarti"tenang padam semua nafsu-nafsu ".Sehingga Beliau mnghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang dipakainya.Tidak lama kemudian datanglah dayang-dayang Pangeran yang khusus untuk mencari Pangeran,memberitahukan.Bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat .Mendengar berita ini Pangeran bukan bergembira tetapi mukanya justru menjadi pucat.Pangeran mengangkat kepalanya menatap langit yang tinggi dan kemudian berkata: "Rahulajato,bandhanang jatang."yang berarti "satu jerat telah berakhir ,Satu ikatan telah terlahir".Maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama"Rahula".