Jumat, 15 November 2024

Kisah Han Shan, Shi De dan Bhiksu Feng Gan

 

Pada masa pemerintahan Kaisar Tang Taizong tahun Zhenguan (627-649 Masehi), di Vihara Guo Qing, Gunung Tian Tai, ketua viharanya bernama Bhiksu Feng Gan. Pada suatu hari Bhiksu Feng Gan sedang berkelana menuju ke Gunung Chi Cheng , tiba-tiba mendengar suara tangisan anak kecil. Melihat di daerah sekitar tidak ada orang, Bhiksu Feng Gan segera mencari asal muasal suara tangisan dan menemukan seorang anak kecil yang berusia sekitar 10 tahun. Bhiksu Feng Gan bertanya : “Bodhisattva kecil, siapa yang membawamu keluar? Di mana ayahbundamu? Di mana rumahmu?” Anak itu menjawab : “Saya anak yatim piatu, tidak berayah tidak berbunda, karena keasyikan bermain akhirnya tersesat, tidak tahu jalan pulang kembali”. Bhiksu Feng Gan yang melihat kondisi anak itu menyedihkan, kemudian membawanya pulang ke Vihara Guo Qing dan membesarkannya. Oleh karena anak itu tidak memiliki nama dan lagipula dibawa pulang oleh Bhiksu Feng Gan, maka para Bhiksu lainnya memanggil anak tersebut dengan nama “Shi De”.


Tahun demi tahun berlalu, Shi De tumbuh dari seorang anak yang lemah menjadi seorang pemuda kuat yang mampu melakukan berbagai pekerjaan, Bhiksu Feng Gan menugaskannya membantu di dapur, memilih sayur, memasak, meringankan pekerjaan para anggota Sangha. Shi De amat rajin bekerja, hanya saja dia memiliki sebuah tabiat yakni setiap kali ketika sedang bekerja, dia selalu membungkus sisa nasi dan sisa sayur, kemudian menaruhnya ke dalam keranjang. Semua ini dia persiapkan buat Han Shan. Siapakah Han Shan? Semua anggota Sangha Vihara Guo Qing juga mengenal Han Shan adalah orang aneh yang menyepikan diri di puncak gunung Han Yan.

Han Shan berpakaian aneh, dibilang Bhiksu tidak seperti Bhiksu, juga suka membuat syair-syair, seringkali menulis beberapa kalimat, atau melantunkannya keluar. Namun dia tidak seperti orang lainnya harus membuat persiapan terlebih dahulu, bagi Han Shan, asalkan hobinya muncul, maka dia segera menulisnya di bambu atau mengukirnya di batu. Lama kelamaan bebatuan dan pepohonan di sekitar gunung Han Yan telah dipenuhi oleh karya tulis Han Shan. Shi De sangat mengkagumi bakat Han Shan, ingin sekali mempelajari keahlian Han Shan dalam membuat karya tulis, maka itu setiap harinya dia menyimpan sisa nasi dan sayur yang diperuntukkan bagi anggota Sangha Vihara Guo Qing, untuk dipersembahkan kepada Han Shan. Setiap harinya Han Shan akan turun dari gunung datang ke Vihara Guo Qing, maka Shi De akan memberikan keranjang yang berisi nasi dan sayur, dan selanjutnya dibawa Han Shan kembali ke atas gunung.

Anggota Sangha menitikberatkan maitri karuna dan menyayangi benda, apa yang tidak digunakan diri sendiri harus diberikan kepada orang lain, bagi para Bhiksu ini adalah hal biasa, maka itu mereka tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh Shi De. Namun selanjutnya ada satu hal yang membuat para Bhiksu merasa sangat kesal dan tidak mampu menahan kesabaran, yakni Shi De suka berteriak-teriak di tengah malam. Vihara Guo Qing terletak di bawah kaki Gunung Tian Tai, sangat sedikit penduduk yang tinggal disekitarnya, pada malam hari suasananya sangat hening, tiba-tiba Shi De berteriak-teriak, sehingga ibarat permukaan tanah yang rata tiba-tiba disambar petir, sungguh membuat kaget para penghuni vihara. Para Bhiksu tidak dapat menahan kesabaran lagi, dan mengkritiknya. Shi De tidak membalas, hanya tertawa terbahak-bahak dan melesat pergi, sepertinya memang sengaja hendak memecahkan kesunyian malam, mengacaukan ketenangan hati para Bhiksu.


Setelah berkali-kali membuat kekacauan, para Bhiksu melihat Shi De tidak berniat memperbaiki diri, akhirnya mereka melapor kepada Bhiksu Feng Gan, berharap agar beliau menyelesaikan masalah ini. Namun Bhiksu Feng Gan malah memperlakukan Shi De dengan kompak sekali, sama sekali tidak menasehatinya. Bhiksu Feng Gan sendiri juga tak beda jauh dengan Shi De, selalu menyanyi sendirian di malam larut. Mengapa demikian? Ternyata Bhiksu Feng Gan bukanlah manusia biasa, dia mengetahui Shi De juga bukan manusia biasa, demikian pula halnya dengan Han Shan. Siapakah jati diri mereka yang sesungguhnya? Ternyata adalah jelmaan Buddha dan Bodhisattva.

Pada saat itu gubernur Taizhou yang bernama Lu Qiu-yin, ketika baru tiba di Taizhou, saat di perjalanan menderita sakit kepala yang sangat berat. Kebetulan bertemu dengan Bhiksu Feng Gan, Bhiksu Feng Gan meludahi wajah Lu Qiu-yin yang langsung menyembuhkan sakit kepalanya. Lu Qiu-yin bertanya : “Apakah di Gunung Tian Tai ini terdapat orang suci?” Bhiksu Feng Gan menjawab : “Tentu saja ada, hanya saja orang-orang yang berjumpa dengan mereka takkan mengenali jati mereka yang sesungguhnya,sebaliknya yang benar-benar mengenali mereka namun sayangnya tak berjodoh bertemu dengan mereka.

Jika anda ingin bertemu mereka, jangan menilai dari penampilannya. Han Shan adalah jelmaan dari Bodhisattva Manjusri, bersembunyi di Gunung Tian Tai; Shi De adalah jelmaan dari Bodhisattva Samantabhadra, kelihatannya seperti pengemis. Dua orang ini bukan manusia biasa”. Mendengar penuturan Bhiksu Feng Gan, Lu Qiu-yin sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan dua orang suci ini, sehingga lupa bertanya nama Bhiksu penolong yang berada di hadapannya itu, sehingga tidak tahu bahwa dia adalah Bhiksu yang begitu terkenal dengan nama Bhiksu Feng Gan.

Setibanya di Vihara Guo Qing, Lu Qiu-yin menuruti aturan tata krama yang berlaku yakni beramah tamah terlebih dahulu dengan ketua vihara yakni Bhiksu Feng Gan. Namun karena Bhiksu Feng Gan belum pulang ke vihara, maka Lu Qiu-yin minta bertemu dengan Han Shan dan Shi De, para anggota Sangha membawanya ke tempat penyepian diri Han Shan, yakni di Gunung Han Yan, tampak dua orang sedang duduk di hadapan api unggun, kemudian terdengar suara tawa.


Lu Qiu-yin segera melakukan namaskara, kemudian menjelaskan maksud kedatangannya. Han Shan dan Shi De berseru : “Feng Gan sungguh banyak mulut, mengapa membongkar jati diri kami! Anda ini juga sungguh ceroboh, sudah bertemu dengan Buddha Amitabha, buat apa masih datang mencari kami?” Selesai berkata, kedua orang ini tertawa terbahak-bahak, bergandengan tangan berjalan menuju ke perdalaman hutan. Sejak itu tidak tampak lagi bayangan Han Shan dan Shi De serta Bhiksu Feng Gan. Lu Qiu-yin mengutus orang yang menyalin semua syair-syair yang diukir Han Shan di kayu-kayu dan bebatuan, seluruhnya ada lebih dari 300 syair, yang beredar hingga saat kini.

Di Provinsi Jiangsu dan Zhejiang, masyarakat mempercayai legenda tentang Han Shan, Shi De dan Bhiksu Feng Gan ini, setiap insan mengetahui kisah mereka ini. Semua orang percaya bahwa mereka adalah jelmaan Buddha dan para Bodhisattva.

 sumber : https://www.lingyinsi.com/ 

Minggu, 08 September 2024

PENGAJARAN BUDDHA SAKYAMONI KEPADA ANAKNYA, RAHULA

 


【釋迦牟尼佛,對兒子羅睺羅的一段精彩教誨!】
Buddha Sakyamuni, Memberi Sepintas Pengajaran yang Luar Biasa Kepada Anaknya, Rahula !

佛陀的兒子羅睺羅,十幾歲時隨佛陀出家,很調皮,常喜歡說謊作弄別人,但因他的身份很特殊,因此僧團中無人敢加以糾正,以致日久漸。
Anak dari Sang Buddha, Rahula. Umur 10 tahun telah menjadi Bhiksu mengikuti jejak Sang Buddha.
Tapi dia sangat nakal, sangat suka berbohong mempermainkan orang, tetapi karena status dia yang sangat spesial, maka diperkumpulan Sangha tidak ada yang berani protes dia untuk perbaiki sifatnya dan kelamaan makin menjadi.

有一天佛命羅睺羅端大盆水洗佛的雙足,洗後就問他說:「這些水可以喝嗎?」「不,不能喝。」
Ada suatu hari Sang Buddha memerintahkan Rahula mengambil sebaskom air untuk mencuci sepasang kaki Sang Buddha (Rahulu mencuci kaki Sang Buddha), setelah habis mencuci, Sang Buddha bertanya pada dia : 「air ini boleh diminum? 」
Lalu Rahula jawab : 「tidak, tentu tidak boleh」

佛說:「這盆水一旦變髒後就不再受人珍惜,而至被人丟棄;同樣的道理,一個人如果常常說謊,以後也就不再被人信任,你知道嗎?」羅睺羅聽後立刻覺得慚愧。
Sang Buddha berkata : 「air dibaskom ini sudah kotor maka tidak akan dihargai orang lagi, malah akan dibuang orang. Sebuah Ajaran Kebenaran yang Sama, Seseorang jika sering berbohong, maka kelak tidak akan ada yang mempercayai, apakah kamu sudah tahu? 」
Rahula setelah habis mendengarkan, langsung merasa penyesalan.

佛命他將水倒掉,再問他:「這個盆叫什麼盆?」兒答:「這是洗足盆。」佛問他:「這個盆可以用來盛水洗米洗菜嗎?」「沒有人會用它洗米洗菜了。」
Sang Buddha memerintah dia membuang air tersebut, lalu tanya dia lagi : 「baskom ini disebut baskom apa? 」
Anak jawab : 「baskom cuci kaki」
Sang Buddha bertanya : 「Bisakah baskom ini digunakan untuk mencuci beras dan mencuci sayuran? 」
Rahula jawab : 「tidak ada orang akan gunakan baskom ini untuk mencuci beras dan mencuci sayuran」

佛說:「對。一個人如果心不清淨,言而無信,則永遠不會受人敬重。自甘作賤的人,只能被人踩在腳下成為低賤的用具,永遠不能被人所重視,你如果不改錯誤的言行,就如同這盆。」
Sang Buddha berkata : 「Benar, Jika seseorang hati tidak tenang bersih, setiap perkataan tidak ada kepercayaan, maka selamanya tidak akan pernah menerima dihormati orang lain, semua perbuatan hanya mengikuti kepuasan diri sendiri, tipe orang demikian hanya bisa diinjak-injak di bawah kaki orang untuk diperalat saja, tidak pernah bisa dihargai oleh orang. Jika kamu tidak merubah kesalahan kamu atas perkataan dan tindakan maka kamu akan bagaikan baskom ini」

佛陀說後又用腳將該盆踢到遠處,問羅睺羅:「我現在踢掉這個盆,你覺得可惜不可惜?」「不大可惜,因為它只是一個粗盆。」
Setelah Sang Buddha habis berkata lalu menggunakan kaki menendang baskom sampai jauh, lalu bertanya Rahula : 「Saya sekarang menendang baskom ini, kamu merasa sayang sekali atau tidak? 」
Rahula menjawab : 「tidak seberapa patut disayangkan, karena itu sebuah baskom yang kasar」

佛陀說:「對。同樣的道理,一個人如不學好,自居下流,令人失望,別人也就不會刻意去愛惜他。」
Sang Buddha berkata : 「Benar, dan ini adalah Sebuah Penyataan yang Sama Kebenarannya, jika seseorang tidak belajar dengan baik, perbuatan diri yang rendah/jahat, membuat orang kecewa, orang lain tidak akan dengan sengaja menghargainya 」

佛指著被踢翻而覆蓋著的盆子對羅睺羅說:「現在覆蓋的盆子能裝下水嗎?」「不行。」
Sang Buddha lalu menunjukkan ke baskom yang terbalik dan tertutup berkata pada rahula : 「sekarang baskom yang tertutup bisa tuang isi air? 」
Rahula jawab : 「tidak bisa」

佛陀說:「你現在正如這個盆,心口均不清淨,屢說妄語,顛倒是非,指空為有,指有為空,一如此盆,不值人疼愛。」
Sang Buddha berkata : 「kamu sekarang bagai baskom ini, hati dan mulut tidak bersih, selalu berkali-kali berkata bohong, membalikkan yang benar dan salah, yang kosong dikatakan menjadi ada, yang ada dibilang kosong, bagaikan baskom itu, tidak pantas disayangi dan dihargai」

羅睺羅受到佛陀一連串的教訓後,異常羞愧,隨即向佛陀表示衷心的懺悔,今後決心痛改前非。
Setelah Rahula menerima serangkaian pelajaran berharga dari Sang Buddha,
Akhirnya dia selalu merasa malu dan bersalah, lalu dengan segera mengungkapkan penyesalan hati tulus kepada Sang Buddha, di masa depan bertekad untuk mengubah masa lalunya.

後來佛陀讚歎羅睺羅乃「密行無礙第一。」
Lalu Sang Buddha memuji rahula bahwa「SETIAP HENDAK BERTINDAK HARUS WASPADA SEBAGAI PERSYARATAN AWAL KARENA BERASAL DARI LUBUK HATI/ORANG YANG SANGAT BERHATI-HATI DALAM PRILAKU」


sumber : https://wejangansuci.wordpress.com/

Selasa, 03 November 2020

Ayo semua, buruan gabung di poin-web sekarang juga! * Apa itu poin-web ? poin-web adalah situs dimana kamu bisa kumpulin poin gratis dengan menyenangkan dan konten yang menarik. Tukar poin yang terkumpul dengan hadiah gratis ! * Cara dapetin poin ? Gampang kok! Kamu bisa dapet poin hanya dengan melakukan berbagai aktivitas seperti main game, lihat iklan, ikutan kuisioner, ikutan promo, dan masih banyak lagi!! * Poin nya untuk apa ? Tukar poin kamu dengan gratis voucher belanja, makanan, game online, tiket nonton bioskop dan masih banyak lagi! * Voucher apa aja ? Voucher belanja di : Carrefour, zara, sogo, adidas dan lainnya Voucher makanan : KFC, Starbucks, BurgerKing, Domino Pizza, dan lainnya Voucher game online : Indomog, Gudang voucher, dan lainnya Pulsa gratis : Telkomsel, Xl, Axis, Indosat dan lainnya dan masih banyak lagiii!!! * Gimana cara daftarnya ? Cukup klik button dibawah ini dan dapatkan bonus 2.500 poin jika kamu melengkapi pendaftarannya. Tunggu apa lagi, daftar sekarang juga dan jangan lupa ajak teman - teman kamu yaa~

Minggu, 17 April 2016

Sun Pu Erl Mendapatkan Tao part 1

Sun Pu Erl adalah salah satu dari 7 orang sejati pada jamannya. Nama aslinya adalah Sun Yen Cen yang lahir pada tahun 1119 di sebuah kota kecil di Nin Hai, propinsi San Tong. Sun Pu Erl memiliki wajah yang cantik dan rupawan. Konon ceritanya sebelum hamil, ibunya mimpi 7 ekor burung phoenix yang masuk ke dalam tubuhnya. Burung tersebut diyakini adalah lambang keabadian. Sejak itu ibunya meyakini bahwa beliau akan melahirkan seorang suci.

Nama Sun Pu Erl sendiri memiliki makna "Sun tiada duanya". Artinya beliau membina diri dengan tekad yang teguh, tiada berpaling. Beliau sangat cerdas dan berkebajikan. Beliau belajar sastra pada ayahnya yang bernama Sun Zhong Jing. Sun Pu Erl meskipun terlahir sebagai wanita, namun beliau tidak pandai menyulam atau kerajinan tangan, beliau senang membaca buku dan terhadap sejarah sangat mengerti.

Pada usia remaja beliau menikah dengan seorang pemuda bernama Ma Tan Yang dan memiliki tiga orang anak. Ma Tan Yang adalah seorang yang kaya raya. Beliau memiliki tanah yang luas. Karena beliau ada mempelajari sejarah, beliau menyadari, kalau kedudukan yang di perebutkan manusia, harta dan nama, semuanya pada akhirnya adalah kosong. Seseorang dengan susah payah memperebutkannya, ketika meninggal bahkan tidak ada yang membicarakan atau mengingat mereka.

Sun Pu Erl  suatu hari berkata pada suaminya, bagaimana kalau mereka menjual saja hartanya lalu mencari guru penerang. Pada jaman itu sangat sulit mencari seorang guru penerang. Pada awalnya Ma Tan Yang kurang senang dengan ide istrinya. Namun lama kelamaan akhirnya beliau setuju juga.

Di Tempat lain, Wang Chong Yang yang adalah seorang pembina sejati dan telah mencapai pencerahan, mendapat perintah dari dari gurunya untuk menemukan tujuh orang master Tao sejati untuk dilintasi. Salah satunya adalah Sun Pu Erl. Sun Pu Erl adalah orang yang pertama kali dilintasi oleh Wang ChongYang dan sekaligus membuka jalan untuk enam pembina selanjutnya.

Wang Chong Yang demi mencari tujuh orang sejati, menyamar menjadi seorang pengemis tua. Suatu hari beliau bertemu dengan suami istri Ma Tan Yang dan Sun Pu Erl. Sun Pu Erl memiliki kearifan yang tinggi, begitu melihat pengemis itu langsung menyadari bahwa beliau memiliki wajah seorang suci dan bijak. Beliau berkata pada pelayannya, bilamana bertemu lagi dengan pengemis ini agar mempersilahkan beliau masuk kerumah.

Sampailah pengemis tersebut ke rumah Sun Pu Erl. Ma Tan Yang berkata pada pengemis tersebut. " Anda hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, bagaimana kalau anda tinggal disini saja bersama kami. Biarkan kami yang merawat anda."

Pengemis tersebut malahan merasa tersinggung. Ma Tan Yang kemudian berdiskusi dengan istrinya, mengapa orang tua ini kita berbaik hati malah dia marah - marah? Istrinya begitu arif mengatakan " Orang yang memiliki Tao dalam dirinya, tidak memperdulikan sandang dan papan, mereka hanya memperdulikan Tao,  sebaliknya orang kerdil, hanya memperdulikan sandang dan papan tanpa memperdulikan pembinaan dirinya."

Sun Pu Erl kemudian bersujud di depan pengemis tersebut dan berkata " Anda sepertinya orang yang memiliki rejeki dan kearifan yang besar." Pengemis berkata " Tahu dari mana anda kalau saya memiliki rejeki yang besar ?"  Sun Pu Erl kemudian menjawab " Anda tidak memiliki kerisauan, tidak seperti kami "
sang pengemis berkata bahwa beliau kalau mau tidak punya kerisauan juga bisa, caranya adalah datang memohon Tao padanya. Akhirnya jadilah Sun Pu Erl berguru pada Wang Chong Yang.

Namun sang guru berkata pada Sun Pu Erl untuk menjual hartanya untuk membina diri. Setelah berdiskusi dengan Ma Tan Yang akhirnya mereka sepakat menjual harta. Namun bukan hal yang mudah juga, karena harus minta persetujuan saudara lainnya. Akhirnya mereka memberikan sejumlah uang pada saudara sebagai pengganti harta yang dijual. Setelah dijual uang hasil penjualan seluruhnya diberikan pada gurunya.

Oleh gurunya uang tersebut digunakan untuk fakir miskin, dll. Beliau melakukan itu dengan maksud agar suami istri ini dapat membina diri dengan tenang tanpa kerisauan. Sang guru juga berpesan agar mereka memantapkan hati agar niat tidak bergejolak.

sumber: buku kisah 7 pembina sejati



Liu Chang Sen(1 dr 7 pembina sejati)

Dikisahkan seorang bernama Liu Chang Sen, yang merupakan 1 dari 7 pembina sejati pada jamannya. Setelah melewati beberapa tahapan pembinaan. Beliau akhirnya mencapai kesempurnaan dan diundang oleh ratu khayangan untuk mengunjungi khayangan.

Ketika memasuki khayangan. Beliau melihat banyak sekali dewi dewi. Dalam hati terlintas sebuah pikiran "Betapa cantiknya dewi2" . Suara hati beliau terdengar oleh ratu khayangan.

"Kamu masih belum dapat menghilangkan keakuan dan kemelekatan pada nafsu. Walau berhasil dalam pembinaan, tetapi tidak banyak berbeda dengan umat awam. Tidak dapat memasuki tingkatan para suci. Kamu harus turun lagi kedunia untuk membina diri lebih lanjut".

Selesai berkata, ibu suri meminta pengawal langit untuk mengawal Liu Chang Sen sampai ke pintu selatan surga.

ketika ingin turun kembali dengan menaiki awan, tiba tiba ia telah didorong oleh pengawal sehingga langsung jatuh kedunia. Ia terbangun dan sadar bahwa itu adalah mimpi. Setelah dipikir kembali, memang benar 1 pikiran menghancurkan semuanya.

Akhirnya atas nasihat dan saran saudara seperguruannya, Liu Chang Sen memutuskan untuk membina diri dengan memandang tetapi tidak melihat. Ada suara tetapi tidak mendengar. Dengan sendirinya hati akan kosong.


Kabarnya  Su Zhou dan Hang Zhou adalah surganya wanita cantik. Maka pergilah ia kesana. Dengan kesaktiannya mengubah beberapa potong batu menjadi emas. Mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa. Lalu berjalan memasuki rumah bordir.

Mengaku sebagai pedagang permata dan minta dilayani oleh wanita paling cantik. Wanita tersebut bernama Si Yi yang sangat ahli dalam bermain kecapi, menyanyi dan menari. Si Yi melihat wajah Chang Sen yang tampan, pribadinya lembut dan tidak kaku juga tidak kikir maka dengan senang hati menemaninya.

Chang Sen mengingat ajaran gurunya yaitu walau gunung roboh juga tidak terkejut. Bukan tidak terkejut tapi dianggap tidak roboh. Berdasarkan ajaran gurunya wanita cantik depan mata pun dianggap tidak ada didepan mata. Berdasarkan ajaran itu Chang Sen dapat mengosongkan hatinya. Sama sekali tidak tergerak.

Sia2 wanita itu menggodanya. Hati adalah majikan diri kita. Jika hati tidak bergerak maka badan akan tenang. Niat dikendalikan oleh hati. Ibarat anak kecil yang tidak mengerti akan asmara. Walau tidur seranjang juga tidak merasakan apa apa.

Maka ditempat itulah Liu Chang Sen akhirnya mencapai sempurna. Sebuah syair mengatakan "
Melihat wanita cantik, hati tidak lagi tergoda,
ketabahannya luar biasa.
ada orang yang belajar mencapai dharma kekosongan,
Sejak dahulu hingga kini namanya akan dikenang.


Kisah Arahat Edukana

Dhammapada 259

Kisah Arahat Ekudana

Bhikkhu dalam cerita ini hidup di sebuah hutan kecil di dekat Savatthi. Ia dikenal dengan nama Ekudana, sebab ia hanya hafal satu bait saja dari Kitab Udana. Tetapi Thera tersebut mengerti sepenuhnya makna Dhamma yang terkandung dalam bait tersebut. Pada setiap hari uposatha, dia mendesak orang lain untuk mendengarkan Dhamma, dan dia sendiri akan mengucapkan satu-satunya syair yang dihafalnya itu. Setiap kali ia selesai mengucapkan bait itu, para dewa dalam hutan itu memujinya dan menyambutnya dengan tepuk tangan yang meriah.

Pada suatu hari uposatha, dua thera yang terpelajar, yang benar-benar menguasai semua pelajaran Dhamma, diiringi oleh lima ratus bhikkhu datang ke tempat itu. Ekudana meminta kedua thera tersebut untuk memberikan khotbah Dhamma. Mereka bertanya apakah banyak yang ingin mendengarkan Dhamma di tempat yang terpencil itu. Ekudana membenarkan dan juga menceritakan kepada mereka bahwa bahkan para dewa dalam hutan itu biasanya datang, dan mereka selalu memuji dan bertepuk tangan pada akhir khotbah.

Maka, kedua thera terpelajar itu bergiliran memberikan khotbah Dhamma, tetapi ketika khotbah mereka berakhir, tidak ada tepuk tangan dari para dewa dalam hutan itu. Kedua thera tersebut menjadi bingung dan bahkan meragukan kata-kata Ekudana. Tetapi Ekudana bersikeras bahwa para dewa biasanya datang dan selalu bertepuk tangan pada akhir setiap khotbah.

Kedua thera itu kemudian mendesak Ekudana untuk berkhotbah. Ekudana memegang kipas dihadapannya dan mengucapkan bait yang biasa diucapkannya. Setelah selesai mengucapkan bait itu, para dewa bertepuk tangan seperti biasa. Para bhikku yang mengiringi kedua thera terpelajar itu menuduh bahwa para dewa yang berdiam dalam hutan itu sangat berat sebelah.

Mereka melaporkan masalah itu kepada Sang Buddha pada kunjungannya di Vihara Jetavana. Kepada mereka, Sang Buddha berkata "Para bhikkhu! Aku tidak mengatakan bahwa seorang bhikkhu yang telah belajar banyak dan berbicara banyak tentang Dhamma adalah seseorang yang mengetahui Dhamma (Dhammadhara). Seseorang yang belajar sangat sedikit dan hanya mengetahui satu bait dari Dhamma, tetapi memahami sepenuhnya Empat Kesunyataan Mulia dan selalu sadar, adalah orang yang sesungguhnya mengetahui Dhamma.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair berikut :

Seseorang bukan `pendukung Dhamma` hanya karena ia banyak bicara.
Namun seseorang yang walaupun hanya belajar sedikit
tetapi batinnya melihat Dhamma dan tidak melalaikannya,
maka sesungguhnya ia adalah seorang `pendukung Dhamma`
_______________________________________
"Sabbadanam Dhammadanam Jinati"

Dari segala pemberian, pemberian melalui Dhamma adalah yang tertinggi menggungguli semua pemberian lainnya.

Yang ingin berbagi Dhamma silahkan dishare, semoga semua makhluk berbahagia.

Dapatkan Dhamma Harian, Info Acara, Donasi di melalui Whatsapp di :
087883434039 Awi
081808771968 Ayang

kisah 6 bikkhu

Dhammapada 258

Kisah Enam Bhikkhu

Suatu ketika, terdapat kelompok enam bhikkhu yang selalu membuat keributan di tempat makan, baik di vihara maupun di desa. Suatu hari, ketika beberapa samanera sedang makan dana makanan setelah berpindapatta, kelompok enam bhikkhu itu datang dan membual kepada para samanera, "Lihat! Hanya kamilah orang yang bijaksana." Kemudian mereka melempar-lemparkan benda-benda ke sekeliling, meninggalkan tempat makan dalam keadaan kacau.

Ketika Sang Buddha mendengar hal ini, Beliau berkata, " Para bhikkhu! Aku tidak menyebut orang yang banyak bicara, mencaci dan menggertak orang lain sebagai seorang bijaksana. Hanya mereka yang bebas dari kebencian dan tidak merugikan orang lainlah yang merupakan orang bijaksana."

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair berikut :

Seseorang tidak dapat dikatakan bijaksana
hanya karena ia banyak bicara.
tetapi orang yang damai, tanpa rasa benci dan rasa takut
dapat disebut orang bijaksana. 
_______________________________________
"Sabbadanam Dhammadanam Jinati"

Dari segala pemberian, pemberian melalui Dhamma adalah yang tertinggi menggungguli semua pemberian lainnya.

Yang ingin berbagi Dhamma silahkan dishare, semoga semua makhluk berbahagia.

sumber: pesan wa teman sedharma

Sabtu, 01 September 2012

Lao Tze

Ku Xian adalah tempat kelahiran Lao Tze. Disekitar tempat itu terdapat sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang dikelilingi sembilan buah sumur. Disamping bangunan atau paviliun, ada sebatang pohon plum. Ditengah - tengahnya bangunan terdapat sebuah prasasti batu yang mencatat riwayat hidup Lao Tze :


Pada tahun ke lima Dinasti Yin (Sekitar tahun 1329), Di daerah ini ada seorang penduduk yang ahli meramal. Menjalani tapa seumur hidup, hidup menyendiri tidak ingin diketahui orang lain. Beliau memiliki seorang anak perempuan berusia sembilan  belas tahun yang belum menikah, yang sifatnya pendiam dan tidak suka bercanda. Suatu hari kebetulan berjalan dibawah pohon plum dan melihat ada sebuah plum yang merah karena matang maka ia memetik dan memakannya dan menjadi hamil karenanya.


 Karena dijaman tersebut wanita yang belum menikah tetapi sudah hamil akan menjadi bahan pembicaraan orang. Ketika menghitung lamanya dia mengandung baru diketahui ada seorang nabi yang lahir maka mereka melayani wanita itu dan bayinya dengan baik dan ibu dan anak juga selamat.

Bayi suci memilih tahun, bulan, dan hari baik untuk lahir, dapat tahun yang baik tetapi tidak mendapat bulan baik, mendapatkan bulan baik tidak ada hari yang cocok, ada hari baik tidak ada jam yang baik, maka terus menunggu hingga akhirnya telah berjalan 81 tahun ( bayi masih berada didalam rahim ibu).

Ketika itu ibunya telah berusia 100 tahun. Setelah mengandung sang ibu tidak pernah lagi merasa lapar atau dingin,  selalu sehat. Tahun itu pada bulan 2 tanggal 15 dia berjalan - jalan dibawah pohon li, anaknya lahir melalui ketiak sebelah kiri.

Saat lahir rambutnya sudah putih semua, begitu menginjak tanah dia melangkah maju tujuh langkah, kemudian mundur tiga langkah kemudian berteriak 3 kali  " Dilangit dan bumi akulah satu - satunya yang dimuliakan ".

Begitu ia selesai berteriak dari tengah angkasa terdengar musik yang sangat merdu. Para dewi menaburkan bunga sehingga di udara tercium wangi semerbak. Sembilan naga menyemburkan air untuk memandikannya.
Tanah yang terkena semburan air menjadi sembilan sumur.

Thai Sang Lao Jiin yang juga dikenal nama Lao Tze terkenal karena kecerdasannya. Budi pekertinya mengimbangi langit, menggunakan nama Li (Pohon Li) sebagai marganya. Karena rambutnya sejak lahir sudah putih maka orang - orang menyebutnya sebagai Lao Tze ( Anak Tua ).

Mengenai asal usul serta kesaktiannya sudah dicatat dalam sejarah.

Sumber : Kisah Tujuh Pembina Sejati






Minggu, 26 Agustus 2012

JELASKAN SEGALANYA DENGAN ITIKAD (PERBUATAN YANG JUJUR) BAIK

  Dahulu ada seorang  Raja, tangan dan kakinya buntung sebelah, tapi dia sangat mengasihi rakyatnya,  dia ingin sekali keagungan wajah dirinya itu dilukis,  yang mana lukisan itu  nanti bisa diwariskan dan dipuji keturunan dan rakyatnya. Kemudian diundanglah pelukis terbaik di seluruh negerinya, dan pelukis itu memang benar-benar hebat, lukisannya sungguh mirip, bagaikan lukisan hidup yang berjiwa. Tapi setelah dilihat, Raja malah sedih, sambil berkata, " Lukisan diriku yang cacat begitu, mana bisa diwariskan!" Dan  pelukis pun dipenggal. Lalu diundangkan pelukis kedua, karena tahu kejadian yang menimpa pelukis  pertama, maka dia tidak berani melukis sesuai aslinya, sehingga bagian tangan yang buntung dilukis ada tangannya, kaki yang buntung pun juga dilukis ada kakinya. Setelah Raja melihat lukisan tersebut," malah semakin sedih, " Ini bukan diriku, kamu menyindir saya,ya!" Pelukis keduapun dipenggal juga. 
  Kenudian  diundanglah pelukis ketiga, bagaimana caranya pelukis ketiga ini melukis? Kalau melukis apa adanya, dipenggal ; kalau melukis tak ada cacatnya, juga dipenggal. Jadi dia pun berpikir lama, tapi untunglah dalam keadaan genting nan bahaya itu, timbul kearifannya. Dia melukis dari sisi samping, sehingga hanya tangan dan kaki yang tidak  cacat yang terlihat. sedangkan tangan dan kaki yang cacat tidak terlihat.  **THE END**    

Senin, 18 Juni 2012

Topik Hari Ini

Alkisah terdapat sebuah desa yang damai. Suatu hari penduduknya berniat mendengar Dharma. Lalu pengurus desa berkoordinasi mengundang penceramah. Setelah dirancang dengan baik, penduduk desa bergotong royong membangun mimbar untuk tempat penceramah menyampaikan ceramahnya.

Penceramah yang bijak ini melihat bahwa kerjasama diantara penduduk desa sangat baik. Dalam hati beliau menghitung - hitung, beliau mendapati warga desa ini rata - rata memiliki tabiat dan pembinaan yang baik. Maka sudah pantas dilintasi.

Hari pertama beliau naik panggung, lalu menyapa penduduk desa

Penceramah  berkata " Selamat pagi warga desa yang baik, tahukah anda apa topik yang akan saya bawa hari ini ?".
Warga  kemudian menjawab " Tidak tahu" ( Warga serempak menjawab, karna mereka memang tidak tahu)
Penceramah  lalu membalas jawab " Baiklah, karna kalian juga tidak tahu apa yang akan saya ceramahkan hari ini, maka saya tidak perlu ceramah lagi."

Lalu penceramah pun turun dari mimbar dan meninggalkan lapangan. Warga menjadi kebingungan. terlebih koordinator acara,. Akhirnya beliau mengumpulkan warga desa untuk berunding. " Baiklah, kalian ingat ya, kalau besok penceramah bertanya apa kita tahu topiknya, kita serempak jawab tahu ya." Warga desa begitu kompak. Semuanya mengangguk tanda setuju.

Besok nya warga desa berbondong - bondong berkumpul lagi di lapangan. Penceramah kembali menaiki mimbar.


Penceramah  berkata, " Selamat pagi warga desa yang baik, tahukah anda apa topik yang akan saya bawa hari ini ?"
Warga  serempak menjawab " Tahu!!!!!" ( Warga serempak menjawab tahu berpikir kali ini pasti berhasil mendengar ceramah... hmm)
Penceramah  membalas jawab " Baiklah, karna kalian sudah tahu apa yang akan saya ceramahkan hari ini, maka saya tidak perlu ceramah lagi."

Lalu penceramah pun turun dari mimbar dan meninggalkan lapangan. Kali ini warga desa sekali lagi dibuat kebingungan. Jawab tahu salah, jawab tidak tahu juga salah,,, Akhirnya koordinator acara kembali mengemukakan ide, " Kali ini, bila penceramah bertanya, kalian yang duduk di sebelah kiri jawab tidak tahu ya, yang duduk sebelah kanan jawab tahuu... okeeee?????"

Demikianlah perencanaan telah disiapkan, Pagi hari penceramah kembali menaiki mimbar.
Penceramah  menyapa penduduk " Selamat pagi warga desa yang baik, tahukah anda apa topik yang akan saya bawa hari ini ?"
Warga Kiri   menjawab " Tidak tahuuuuuu....."
Warga Kanan menjawab " Tahuuuuu......"
Penceramah kemudian berkata " Baiklah, marilah yang sebelah kiri beritahu yang kanan."

Demikian sekali lagi penceramah turun mimbar. Warga menjadi resah dan senewen, koordinator acara menghampiri penceramah " Tuan, Kami telah susah payah berkumpul di lapangan ini selama 3 hari berturut - turut hanya dengan tulus ingin mendengarkan dharma suci. Mengapa anda memperlakukan kami seperti ini?"

Penceramah lalu naik lagi ke atas mimbar. " Topik yang tiga hari ini kita bahas sangatlah luar biasa. Sebenarnya kebenaran adalah sederhana, masing - masing dari kalian pada dasarnya telah memahaminya. Maka bagi yang telah memahami duluan, hendaklah kalian memberitahukan kepada yang belum mengerti. Kebenaran ada pada diri kalian masing - masing, mengapa harus mencari diluar?"

Merokok dapat merusak kesehatan, Mabuk dapat merusak kesadaran, Berjudi dapat merugikan keuangan anda, siapa yang tidak tahu itu? Namun nenek - nenek umur 80 tahun pun belum tentu melaksanakannya den
gan baik. Kebenaran sangatlah sederhana, gunakan nurani anda untuk memahaminya, niscaya dia akan timbul dengan sendirinya.










Minggu, 27 Mei 2012

Akibat Terlalu Semangat

Suatu kali dalam kisah hidupnya,, Budha Sakyamoni ingin melintasi satu desa nelayan yang penduduknya rata - rata bertabiat buruk dan bermata pencaharian sebagai nelayan. Dengan kemampuannya beliau menghitung - hitung bahwa jodoh di desa ini sudah matang, maka harus segera dilintasi.

Sesampainya di desa tersebut Buddha Sakyamoni duduk bersila dibawah pohon, penduduk disana penasaran melihat seorang berkebajikan duduk di bawah pohon, sepertinya hendak membabarkan dharma. Lalu mereka pun berbondong - bondong duduk disana mendengarkan dharma sang Buddha.

Sang Buddha mulai membabarkan dharma, beliau menceritakan tentang lima pantangan dan lain sebagainya. Tapi kelihatannya seluruh penduduk desa ini tidak tertarik dengan dharma yang dibabarkan san Budha. Sang Buddha hanya duduk tenang berdiam.

Tak lama kemudian tiba - tiba dari jauh muncullah seorang pemuda berlari dengan kencangnya menerobos sungai, dari kampung seberang berlari ke arah sang Buddha. Sesampai disana langsung bersujud dengan khusyuknya.

Semua warga desa itu begitu terheran - heran, betapa saktinya anak muda ini. Bagaimana mungkin dia bisa melewati sungai begitu cepat dari desa seberang sampai kesini. Ilmu apa yang dipelajarinya? pastilah desa seberang punya guru sakti.

Ternyata setelah ditanya - tanya, pemuda tersebut dengan entengnya menjawab " Saya tidak punya kesaktian apa pun, sebenarnya tadi saya mendengar orang dipinggir sungai mengatakan bahwa ada Buddha hendak membabarkan dharma di desa seberang, lalu saya bertanya, bagaimana caranya saya sampai kesana? lalu dia mengatakan seberangi saja sungai ini, lari saja kesana. Maka saya pun mengikuti petunjuknya tanpa pikir panjang."

Ternyata pria tersebut begitu polos , saking bersemangatnya sampai - sampai dia lupa bahwa yang ia lalui adalah sebuah sungai. Tapi kekuatan pikirannya yang bersemangat ingin mendengar dharma justru membawa dia sampai kedepan Sang Buddha.

Mendengar kejadian ini,, penduduk desa menjadi terharu , orang dari seberang saja sampai begitu niat dan semangat mendengar dharma Budda. Akhrinya satu desa itu pun terlintasi dan meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan.




Sabtu, 19 Mei 2012

Menegakkan cita - cita dan moral

Jaman dahulu kala, bertemanlah dua orang biksu. Biksu pertama dahulu adalah orang kaya, biksu yang ke dua adalah orang miskin. Kedua biksu ini sama - sama berjanji untuk mengambil kitab suci di Nan Hai.

Biksu miskin : " Kapan kamu akan
                        mulai untuk mencari kitab suci?"
Biksu kaya   : " Nanti, setelah saya selesai
                        melakukan persiapan.
                        Lalu kamu sendiri, kapan
                        akan memulai perjalanan?"
Biksu miskin : " Sekarang juga saya akan berangkat."
Biksu kaya   : " Hah... kamu sudah mau berangkat??
                        memangnya sudah punya persiapan apa?"
Biksu miskin : " Dengan mangkuk tua dan jubah ini,
                        sekarang juga saya akan berangkat."
Biksu kaya   : " Hahahaha..... Hanya dengan bermodalkan jubah
                        dan  mangkuk kamu mau berangkat?
                        Baiklah... hati - hati dijalan ya.. "

Demikianlah mereka berpisah untuk menjalankan kehidupan masing - masing. Biksu miskin menuju Nan Hai untuk mencari kitab suci. Biksu kaya masih melakukan persiapan untuk ke Nan Hai.

Jelang dua tahun kemudian. biksu miskin kembali bertemu dengan biksu kaya. Biksu miskin telah kembali dari Nan Hai dalam perjalanannya mencari kitab suci. Sedangkan biksu kaya masih melakukan persiapannya.


Yen Huei adalah salah satu murid Kong Hu Cu yang paling miskin. Walaupun kehidupannya begitu miskin, namun tidak mengurangi cita - citanya yang luhur. Oleh karna itu beliau sangat terkenal. Suatu hari Ce Lu, murid Kong Hu Cu yang kaya, ingin menguji Yen Huei, pada tengah malam meletakkan sebongkah emas didepan pintu rumah Yen Huei lalu menempelkan secarik kertas diatasnya bertuliskan " Tuhan mengirimkan harta ini untuk orang yang baik."

Pagi hari ketika Yen Huei membuka pintu dan melihatnya kemudian membalas dengan menuliskan secarik kertas " Harta yang tidak jelas asal usulnya tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya."
Beliau kemudian meletakkannya kembali ketempatnya. Ce Lu melihat ini akhirnya mengakui Kebajikan Yen Huei.

Manusia hidup di dunia, tidak perduli miskin ataupun kaya, bila dapat menegakkan cita - cita dan moral, melangkah kemanapun akan ada tempat untuk dia bersinggah. Orang yang berhasil adalah orang yang tetap mencoba bahkan ketika dia telah berkali - kali gagal.



Sabtu, 14 April 2012

**MEMBINA MORAL KEBAJIKAN**



Penulis dari Yunani yang bernama Plutarch mengatakan : " Moral kebenaran akan selalu eksis, tetapi kekayaan setiap hari berganti tuan."
Contohnya: uang adalah alat pembayaran yang bergerak , datang dan pergi dalam kehidupan. Majalah keuangan setiap tahunnya pasti akan meneliti siapa orang terkaya didunia, dan urutan namanya selalu berubah-ubah. Di sini jelas membuktikan bahwa kekayaan selalu berganti tuan.
Pengunaan kata "TUAN" di sini sangatlah bagus, ia menandakan bahwa peran harta adalah sebagai budak, seharusnya melayani tuannya. Tetapi ada orang justru terbalik , jelas- jelas memiliki kekayaan, tetapi rela untuk menjadi budak penjaga kekayaan,
Sementara kita membahas kegunaan uang, dalam status sebagai Tuan, apa yang seharusnya kita kejar? Jawabannya adalah kepribadian moral dan pembinaan. Untuk menuju target ini, harus dimulai dari kebiasaan dalam kehidupan.
Seorang filsur Inggris bernama John Locke mengatakan, " Sopan santun adalah hal penting pertama, yang harus dibina secara ekstra hati-hati dan dijadikan sebagai kebiasaan bagi anak muda". Semuanya dimulai dari sopan santun , mulai dari sikap yang baik terhadap orang lain.
Sopan santun berasal dari proses belajar, memerlukan kerjasama dengan kesungguhan perasaan dalam hati, misalnya rasa hormat, rendah hati, dan sebagainya. Seseorang yang memiliki sopan santun tidak hanya bisa mengurangi kesulitan dalam hubungan antar sesama, bahkan dari sini dapat menampilkan kepribadian yang lebih tinggi.
Dalam proses perkembangan, apakah yang menjadi kunci pembentukkan moral dari orang yang mandiri? Yaitu MENGUBAH YANG PASIF MENJADI INISIATIF.Mengubah kelakuan pasif (yang sudah ditetapkan orang lain) menjadi Inisiatif (pilihan sendiri). Dengan begitu kehidupan ini seketika akan menjadi cemerlang . Beethoven -Ludwig Van, 1770-1817, komposer Jerman yang terkenal) mengatakan: "Yang menjadikan orang merasa BAHAGIA adalah prilaku moral, bukanlah uang. {^____________^}

Kamis, 12 April 2012

Faktor Keturunan

Nona Li adalah seorang perawat bersalin di rumah sakit pemerintah, setiap hari membantu persalinan, setelah bekerja bertahun - tahun  segalanya menjadi terlatih dan lancar.

Suatu hari dia bekerja seperti biasanya, membantu persalinan seorang bayi laki - laki yang kuat. Dia dengan santai mengangkat dua kaki bayi tersebut dan bayi pun menangis, kemudian memukul sekali pantat bayi tersebut dan bayi pun menangis. Kemudian dimasukkan ke dalam bak cuci untuk membersihkan darah kotor. Dia memolesi dengan sabun bayi, merendam dengan air hangat. Gerakannya sangat cepat dan lincah, tidak sampai 15 menit  ia memakaikan sarung tangan untuk bayi tersebut dan dibungkus dengan kain untuk di berikan kepada ibunya. Pada saat ini ibu melihat bayinya  langsung lupa penderitaannya tadi. Rasa hangat menembus hati sambil menggendong buah hatinya, sungguh sangat gembira.


Setelah Nona Li mengembalikan bayi kepada ibunya, dia membereskan semua peralatan dan berjalan ke depan cermin. Dengan kedua tangan merapikan rambut, tiba - tiba terkejut dan menemukan cincin berlian di jari manis tangan kanannya hilang. "Kapan kehilangan??" Dia mencoba mengingat kembali, tadi ketika masuk kedalam ruang bersalin masih memakainya, pasti hilang sewaktu memandikan bayi. Kemudian dia buru - buru pergi ke kamar mandi dan mencari ke segala tempat, tetapi tidak dapat menemukan. "Gawat, itu pasti penyedot air otomatis bak mandi, sewaktu membuang air kotor jatuh ke bak limbah. Harus bagaimana ?" Dia cemas hingga menghentakkan kakinya dan hampir menangis. Rupanya cincin berlian itu adalah pemberian dari tunangannya dihadapan orang tuanya sewaktu bertunangan satu bulan lalu. Selain harganya tinggi, dia juga telah memenangkannya dari dokter muda, tampan dan kaya bernama Mu Cao, sungguh tidak mudah. Kini cincin yang merupakan simbol kemenangan pun telah hilang. Harus bagaimana menjelaskannya? Bagaikan seekor lalat yang kehilangan kepala sembarang menabrak. Sebentar ke kamar mandi dan sebentar berlari ke ruang bersalin. Boleh dibilang setiap tempat telah dicarinya.

Disaat seseorang cemas hingga menjadi kacau, akan kehilangan kendali, menjadi kacau dan tidak bisa berpikir, umumnya disebut dengan istilah " Bo Tao Xin/ dewa tanpa kepala".  Tapi nona Li pernah mendapatkan pelatihan psikologis, dalam kondisi kritis hanya berusaha untuk tenang barulah timbul kebijaksanaan. Jadi dia duduk untuk menenangkan diri dan tiba - tiba tercerahkan. Kemudian ia pergi ke ruang bersalin, membuka pintu dan berjalan ke dalam.  Ia mendekati bayi yang baru dilahirkan tadi, membuka kain pembungkusnya, bahkan sarung tangannya dan sarung kaki semua dilepaskan.

Gerakan tiba - tiba membuat ibu bayi tersebut kaget dan bingung, sedangkan bayi kecil tersebut tersenyum samar, tetapi juga sepertinya menertawakan. Dia tidak menghiraukan segalanya, tumpukan kain di obrak abrik, kemudian ia kembali menjadi putus asa. Dalam keadaan putus asa, dia tiba- tiba teringat , sewaktu ia memakaikan sabun ke kepala bayi tersebut, tangan - tangan kecil bayi itu nakal sembarang menarik. Dengan demikian membuka genggaman bayi tersebut dan menemukan cincin berkilau ditangannya.  Nona Li menjadi puas, dalam hati ingin menampar wajah pencuri kecil yang baru lahir tadi, tapi bisa menemukan cincin berlian juga sudah merasa puas.


Hal ini tadinya sampai disini saja, tetapi nona Li yang pintar pergi ke bagian pendaftaran, memeriksa riwayat orang tua bayi tersebut. Rupanya orang tua bayi tersebut tidak mempunyai pekerjaan tetap, masi sangat muda , ayahnya baru berusia 19th, ibunya 20th, keduanya adalah pencopet, sehingga anak yang baru dilahirkan sudah bisa menjadi pencuri.



Sumber : Buku Kisah Nyata Hukum Karma Jilid 2

Minggu, 01 April 2012

**MEMAHAMI MAKNA KEHIDUPAN**






Filsur Inggris yang bernama Francis Bacon(培根 ) mengatakan: " Kita seharusnya jangan seperti semut yang mengumpulkan makanan. Dan juga jangan seperti laba-laba yang hanya mengeluarkan jaring dari perutnya, tetapi harus seperti lebah yang setelah mengumpulkan sari bunga kemudian mencernanya, barulah bisa menghasilkan madu yang harum dan manis."
Ketika kita memamerkan
"pengetahuan jadi" ( yang diperoleh dari pengetahuan yang sudah ada ) kepada orang lain, itu sama halnya dengan semut yang berusaha membuktikan rajinnya mereka dengan menunjukkan stok makanannya. Dan di saat kita menceritakan pengalaman dan pengetahuan pribadi, mengira bahwa kehidupan hanya seperti itu saja, maka sama seperti laba-laba yang hanya bisa merajut jaring kecil saja. Dan pertumbuhan batin sesungguhnya harusnya seperti lebah yang mencerna pengetahuan yang diperoleh membentuknya menjadi kearifan diri sendiri.
Penulis tragedi dari Yunani yang bernama Aeschylus (愛其奇勍土 ) mengatakan: " Dewalah yang selalu membimbing manusia menuju ke jalan yang penuh kearifan. Karena dia telah menjadikan hukum alam yang akan berlanjut selamanya, kearifan diperoleh dengan sendirinya dalam penderitaan dan kesusahan. " Kalau hanya menuntut pengetahuan. belumlah layak disebut kearifan, masih harus melalui berbagai cobaan dalam kehidupan. Pintar tidak termasuk dalam kearifan. Tahu bagaimana caranya mempergunakan kepintaran dan pengetahuan dengan benar barulah disebut Kearifan Sejati.
Filsur Roma yang bernama Marcus Tullius Cicero (西齊羅) mengatakan:
" Orang yang berkearifan jika tidak dapat membuat dirinya

memperoleh manfaat dari kearifannya, maka kearifannya sama dengan nol. " Mendapatkan manfaat disini adalah memperoleh kebahagiaan karena memperkaya kehidupannya dengan pengetahuan yang solid, biarpun ia menghadapi nasib dimana ia tidak bisa memilih, tidak berdaya, tidak tahu apa yang harus dilakukan dia masih dapat mengatur suasana hatinya untuk menghadapi segala kesulitan. Bahkan bisa menciptakan kebahagiaan dalam kesusahan tanpa terpengaruh sedikitpun. Dengan demikian manisnya madu lebah masih tidak sebanding dengan kearifan dan kesadaran batin.

Sabtu, 31 Maret 2012

Nasihat Bijak Cu Ke Liang

Cu Ke Liang atau sering dipanggil Khung Ming, adalah penasihat raja pada masa Sam Kok jaman Dinasti Han. Cu Ke Liang pada awalnya tidak ikut berpolitik, namun dikarenakan setia pada negara, Cu Ke Liang turut membela negara. Cu Ke Liang terkenal karena kepintaran, strategi perang, keahlian dalam melihat masa depan dan kebijaksanaannya. 


Pernah di satu kisah di ceritakan, meskipun Cu Ke Liang tahu bahwa Dinasti Han akan berakhir, namun tetap dengan setia dan sekuat tenaga mempertahankan sampai runtuhnya Dinasti Han.


Cu Ke Liang selain terkenal karena kepintarannya, juga terkenal karena pribadinya yang tenang dan bijak, dalam melakukan hal apapun dan mengambil keputusan, beliau tidak sembrono. Cu Ke Liang meninggalkan beberapa nasihat hidup untuk anak cucunya yang belakangan bukan hanya dijadikan pedoman hidup bagi anak cucunya, melainkan khalayak ramai yang berniat mempelajari kebenaran.



1. Menjaga hati dan sikap, setiap saat berintrospeksi diri atas pemikiran dan perilaku.


2. Harus mempunyai cita-cita yang tinggi dan masa depan.
Jangan menitik beratkan kepada harta duniawi.
Bersekolah/memiliki pendidikan bukan demi kedudukan dan kekayaan. Tetapi adalah untuk mendapatkan kebenaran.



3. Belajarlah penuh dengan ketenangan hati dan selalu ada keinginan untuk terus belajar.


4. Kemalasan adalah kegagalan untuk mendapatkan yang lebih baik.
Rajinlah belajar, karena waktu begitu cepat berlalu. Jangan sampai menyesal kemudian karena tidak mendapatkan apa-apa seiring berlalunya waktu.



Demikian sedikit pembelajaran dari Cu Ke Liang, semoga bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari - hari kita, keluarga, lingkungan dan anak cucu kita kelak.


Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/09/24/nasehat-cu-ke-liang/








Jumat, 30 Maret 2012

**SEHARI MENENANGKAN DIRI SELAMA 10 MENIT**(一天


Hati tenang barulah bisa berpikir hal-hal yang biasanya tidak terpikirkan, misalnya kehidupan manusia dan nilainya ,alam...
Mungkin kamu suka berbicara, berloncat-loncat ria, bergaul dengan teman dimana-dimana, semua ini sangatlah baik. Tetapi dapatkah kamu menenangkan diri selama 10 menit dalam sehari, duduk dengan tenang dan mata menatap jauh ke depan, atau istirahat dengan memejamkan mata, tenangkan pikiran , biarkan suasana hati dan perasaan kita kembali ke nol (menjadi kosong)? Mungkin kamu merasa menenangkan diri 10 menit dalam sehari mudah dilakukan, kalau begitu lakukanlah. Yang terpenting adalah kamu harus ingat melakukannya. jangan merasa bosan, dan dilakukan untuk jangka panjang. mungkin kamu merasa hal ini mudah, tetapi mengapa harus dilakukan? Karena manusia baik bekerja, bersenang-senang, ataupun berbicara selama seharian, tetap juga harus istirahat sebentar, biarpun hanya selama 10 menit. Atau lebih jauh lagi, seperti yang dikatakan oleh Cu Ke Liang (諸擖亮): " Tenang hasilnya akan jauh berbeda ." Tenangkan hati ini barulah akan bisa terpikirkan hal-hal yang biasa tidak terpikirkan, misalnya kehidupan manusia dan nilainya yang berarti, natural dan sebagainya.
Lagipula, sebaiknya seseorang bisa memelihara kemampuan untuk menenangkan hati kapan saja selama 10 menit . Meskipun mungkin kamu merasa hal ini sangatlah mudah, tetapi kalau dilakukan untuk jangka panjang tidaklah mudah. Seseorang psikolog Jerman yang bernama Offen helm pernah mengatakan: "Sehari menenangkan hati selama 10 menit adalah permulaan dari pemeliharaan kemampuan menahan diri".

Kamis, 29 Maret 2012

Pemuda Yang Sabar

Alkisah dijaman tiongkok kuno, hiduplah seorang pemuda miskin bersama kuda hitamnya disebuah desa terpelosok. Dari penampilan luarnya, tidak ada sesuatu yang menonjol pada diri pemuda tersebut, dia terlihat serupa dengan pemuda-pemuda desa yang lain. Hanya sifat sabar nya lah yang membedakan dia dengan penghuni desa yang lain.

Namun orang-orang desa memiliki pandangan berbeda mengenai sifat sabarnya, sehingga mereka memanggilnya si bodoh. Mendapatkan julukan negatif terhadap dirinya, sang pemuda hanya tersenyum, dalam hatinya selalu terpatri nasehat ayahnya, SABAR SATU KALI,HILANG SATU MASALAH.

Kabar mengenai pemuda tersebut akhirnya sampai juga di telinga raja yang berkuasa pada saat itu. Tertarik untuk mengetahui kesabaran sang pemuda, akhirnya sang raja pun ingin menguji sang pemuda. Raja pun memanggil prajurit terhandalnya untuk merampok rumah sang pemuda. Raja ingin mengetahui, bagaimanakah reaksi sang pemuda, apabila kuda hitam yang merupakan harta berharga sang pemuda dicuri.

Tibalah saat yang telah di rencanakan oleh sang raja, prajurit suruhannya pun bereaksi dengan cepat. Menunggu waktu disaat sang pemuda sedang tertidur lelap, sang prajurit suruhan pun membawa kuda hitam sang pemuda ke kekerajaan. Dan tak lupa, dia pun menempatkan seorang prajurit lainnya, yang menyamar sebagai petani, untuk memata-matai reaksi sang pemuda.

Pagi harinya, saat sang pemuda bangun dari tidurnya, bergegas dirinya ingin memberi makan sang kuda kesayangan, namun dia pun tidak menemukan kudanya, yang ada hanya tali kekang kuda yang putus terkena tebasan benda tajam. Namun dari wajah sang pemuda, tidak terlihat perasaan sedih ataupun marah. Yang ada hanyalah senyuman yang menghiasi bibirnya.

"Semoga si pencuri kuda, bisa mendapatkan manfaat dari kuda ku ini, sehingga bisa mengurangi masalah yang dihadapinya" katanya kemudian.

Mendapatkan kabar dari sang prajurit mata-mata mengenai reaksi sang pemuda, sang raja pun tergugah, dan memerintahkan prajuritnya untuk menjemput sang pemuda, menjadi penasehat kerajaan. Kesabaran yang dimiliki oleh sang pemuda berakhir dengan kebahagian bagi dirinya. Orang-orang desa yang dulu memandangnya bodoh, sekarang menyesali sikap mereka.


Sabar adalah sikap yang sangat sulit kita lakukan belakangan ini. Sering kali sabar kita sama artikan dengan merendahkan diri kita sendiri. Namun coba bayangkan apabila seluruh penghuni dunia ini menyikapi kata sabar , tentu saja tidak akan ada perang diantara kita, tidak akan ada lagi pertumpahan darah atas dasar ego dan kemarahan, dan tentu saja tidak akan ada lagi kecelakaan-kecelakaan lalu lintas akibat ketidaksabaran itu sendiri. Maka dari itu, mari sebelum terlambat, kita belajar untuk bersabar mulai hari ini, mulai dari hal yang kecil, dan tentu saja sikap sabar yang kita kembangkan dapat menjadikan kita sebagai insan bijak bagi diri kita sendiri maupun orang lain ~

Bodhi Taruna
www.successandwisdom.blogspot.com






Sabtu, 24 Maret 2012

Next Stop : Curug Nangka


Harpitnas kali ini saya ingin menghabiskan waktu  dengan jalan - jalan diluar kota. Namun karna harus kerja keesokan harinya , saya terpaksa cari tempat yang mudah ditempuh tanpa harus menginap. Sedih deh... Akhirnya saya dan teman putuskan untuk menghabiskan waktu  dengan melihat keindahan kota Bogor saja.

Dengar - dengar di Bogor banyak air terjun. Mereka menyebutnya Curug. Kesempatan libur kali ini saya ingin pergi ke Curug Nangka yang konon katanya banyak kera didalamnya. Hitung - hitung silahturahmi dengan leluhur... hahaha....

Demi menghindari macet, kami putuskan naik kereta saja. Dari stasiun kota kami naik Commuter Line tujuan Jakarta Kota - Bogor. Jam keberangkatan 8.50. Kurang lebih butuh waktu 1 jam lebih 20 menit kami sudah sampai di stasiun Bogor. Dari Stasiun Bogor kami naik mobil 02 arah BTM, lalu disambung angkot 03 jurusan Ciapus. Setelah memakan waktu kurang lebih 1 jam, sampailah kami di Persimpangan Curug Nangka.

Dari sini kami harus jalan kaki ke dalam. Sebenarnya lebih enak naik kendaraan pribadi, karna tidak harus jalan jauh. Dari sini kami sudah bisa melihat pemandangan gunung yang indah. hawa udara yang segar pun sudah dapat kita rasakan. Dikiri kanan kami juga sudah terlihat pemandangan gunung yang asri. Sesampai di pintu gerbang Curug Nangka kami masih harus jalan kaki sekitar 700 meter ( itu yang tertulis di pintu masuk) dari sini anda juga dapat melihat kiri kanan anda dipenuhi pohon2 yang rindang. Hm... jauhnya... Dari kenyang sampai lapar...
{T_T}


Mirip siapa yah..
Seperti diawal saya katakan, salah satu keunikan Curug Nangka ini, anda dapat melihat banyak kera - kera liar yang berkeliaran disekitar pintu masuk lokasi  wisata. Ada kera yang membawa anak mereka yang sedang menyusui,,, wah... jangan anda dekati yang ini ya, karna mereka galak. Tapi kera jantan tanpa anak biasanya tidak galak. Mereka biasa memakan sisa makanan yang dibawa pengunjung.

Sangat disayangkan para pengunjung banyak yang tidak menjaga kelestarian alam dengan membuang sampah sembarangan. Padahal sudah disediakan tempat sampah yang layak untuk dipakai disini.

Sekilas info aja nih teman - teman... Sebenarnya menurut banyak cerita yang saya dapatkan dari internet, sebelum sampai ke Curug Nangka mestinya kita harus menemui Curug Kawung terlebih dahulu. Ini adalah foto tenda biru tempat kami makan siang. Mungkin dikarnakan musim kemarau yang panjang, air terjun yang mestinya Curug Kawung ini menjadi begini kali ya??? atau saya yang nyasar ??

Ini Curug Kawung bukan yahh... ??
Coba deh teman - teman yang pernah ke Curug Nangka boleh kita share... Curug Kawung itu letaknya dmana yah? koq saya ga ketemu yah? hehehe... Tapi tempat ini kelihatan seperti air terjun kecil buat saya. Dan kolam dibawahnya juga tergolong dalam. Karna ada penjual dan penyewa ban disini yang siap melayani kebutuhan berenang anda dan keluarga... Banyak juga loh yang berenang disini.


Ikutan doonnggg....
Lanjut lagi ke cerita perjalanan saya,, Hm... Menurut penjual makanan disana, karna curah hujan yang jarang air terjun jadi agak kering. Tapi tak mengapa, karna kami masi dapat melihat air terjun yang lumayan indah dan banyak kolam air terjun kecil tempat anak - anak bermain air. Melihat anak - anak ini bermain air saya jadi kepingin terjun ke kolam, main air juga. Sambil terus berjalan ke puncak air terjun, saya terus menoleh kiri kanan, mana tau saya menemukan air terjun kecil yang sepi pengunjung buat saya main air. Hahaha... Tapi dipikir - pikir malu juga ya,, kolamnya begitu cetek.... yang ada saya di tertawakan anak - anak. Ketahuan deh ga bisa berenang. {^_^}

Huh... laper juga ya... Ternyata butuh waktu lama untuk ke puncak air terjunnya... karna perut sudah keroncongan dan mumpung ada bangku - bangku yang dibuat oleh para penjual makanan, kami piknik deh disana, sambil memesan segelas kopi panas, saya dan teman numpang duduk di bangku penjual kopi. Mulai deh kami buka bekal,, Mantap,,, makan siang ditemani suara air terjun dan  kecipak kecipuk anak - anak main air...

Eh... Tidak kalah menarik,,, selagi kami makan,,, Seorang Bapak Tionghoa setengah baya merebahkan badannya di air terjun kecil pas didepan tempat kami makan.. Sebelumnya dia buat ancang ancang sambil buka baju.. wahh.... "Pak, banyak anak kecil,,, malu ah.... Hahahaha..." (kata saya dalam hati) Serta merta si Om langsung merebahkan badannya di air terjun kecil,,, wihhh... Berasa berjemur di pantai boooo  {^_~}

Alhasil, kami makan siang ditemani riuh air terjun nuansa pantai... Hahaha.... Sebenarnya ingin saya abadikan nih posisi berjemur si Om yang eksentrik,,, tapi karna takut dibilang tidak sopan saya tidak jadi foto deh... Hahaha.....

Beginilah Curug Nangka dari jauh

Akhirnya setelah menikmati makan siang kami yang seru, kami terus berjalan menanjak keatas, sampailah kami ke air terjun Curug Nangka.. Horeeee..... Hmmm... Begini toh yang namanya Curug Nangka... Kolam dibawahnya tidak begitu dalam, namun air terjunnya lumayan tinggi. Dan seperti air terjun pada umumnya,, airnya dingin...

Teman ane numpang beken Gan
Sudah ramai orang disini yang tak segan  - segan berdiri dibawah curahan air terjun... wuihh... mantap.... Pada dasarnya Curug Nangka ini ditutupi oleh tebing dikiri kanannya,, sehingga sedikit timbul pikiran cemas juga ya,,, karna agak berbahaya kalau - kalau terjadi bencana longsor. Hm... Balik ke topik air terjun,, Langsung saja rekan saya ganti baju untuk siap - siap beratraksi dengan air terjun... Plus minta difoto.... Maklum narsis...  Mana tau ketemu bidadari yang ketinggalan selendangnya... Lumayankan ada oleh - oleh buat dibawa pulang... Hahaha.....




Fasilitas disini juga sudah lumayan lengkap loh. Tersedia WC umum yang terdapat di beberapa lokasi. Juga banyak warung makanan. Dan ada juga Villa di pintu masuk pertama tadi. Tidak lupa pos pengamanan yang dijaga dua orang petugas untuk memantau aktifitas pengunjung yang lumayan ramai mana tau terjadi hal - hal tak diinginkan. Jadi anda tidak usah takut,, aman.. man... man...man....

Saya juga tidak mau kalah dengan teman saya yang lumayan narsis,,, saya juga mau main air ah... Ups tapi ingat hati - hati bila anda ingin main air di lokasi air terjun,,, karena batunya licin. Airnya beneran dingin .. tapi karna cuaca sedang cerah jadinya cocok deh buat mandi siang,, hahaha,.... boleh pake sabun dan shampo ga yahh??? hehehe... {^_^}

Ikutan Mejeng ah...
Setelah puas bermain - main dibawah curahan air terjun,,, kami putuskan untuk turun gunung.... hehe... emangnya tadi uda naik gunung ya? ckck...

Ditengah perjalanan turun kami ini akhirnya saya menemukan apa yang saya sebut sebagai air terjun mungil... Disini blum ada penjajahnya... Akhirnya saya menemukan air terjun kecil buat saya sendiri... Asyyikkk.... Akhirnya saya bisa main air juga dengan bebas. Sambil sedikit narsis kami foto - foto lagi. Boleh dong... {^_^}




Ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, kami putuskan untuk sudahi permainan air terjun, waktunya kami untuk pulang, karna kami tidak ingin kecapain ketika sampai Jakarta.. Namun sebelumnya kami ingin ke Bogor Trade Mall dulu. Lihat kota Bogor dari atas mall kedengaran mengasyikan. Karna dari sini anda dapat melihat kota bogor berikut gunungnya... Mantap kan ?  {^o^}

Hmm... Beginilah kira - kira suasana kota Bogor dari Mall BTM Bogor :

View Kota Bogor dari balkon Mall BTM

Hehehe.... Selesai sudah perjalanan saya hari ini... Lain kali saya mau cari tempat wisata lain lagi ah... Aneka ragam tempat wisata di Indonesia tak habis - habisnya untuk dikagumi dan dijelajahi... Sayang sekali masih banyak tangan - tangan usil yang mecorat - coret dan juga buang sampah sembarangan di lokasi wisata.
Padahal mestinya kita ikut menjaga kelestarian alam disekitar kita... Kan ini warisan untuk anak cucu kita juga... hehe... Koq jadi ceramah ya?? {^_^}

Well.. ga usah diceritain lagi deh, pulangnya kami naik kereta lagi ke Stasiun Kota. Commuter Line lumayan nyaman dan penuh. Kereta terakhir jam 08.30 PM. Jadi ga usah takut ketinggalan kereta... boleh main ampe puas deh... hahaha....

Rincian Biaya :

Kereta listrik ber AC Commuter Line     Rp. 7.000,-
Ongkos dari Stasiun ke Mall BTM         Rp. 2.500,-
dari BTM Ke pertigaan Curug Nangka  Rp. 5.000,-
Masuk ke lokasi wisata Curug Nangka  Rp. 7.000,-

Sisanya dari rumah anda ke Stasiun Kota hitung sendiri yah... Hahaha...

See you next trip. { ^_^ }


Sungai Bogor Kering Gan..










Ada baby kera lagi menyusui Gan...
Awas jangan dekat - dekat,, galak..