Rabu, 26 Oktober 2011

Emas Dan Loyang

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi tersohor bernama Zun-Nun.

Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya " Guru, saya tidak mengerti mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya,amat sangat sederhana. Bukan kah dimasa seperti ini berpakaian sebaik - baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak tujuan lain."

Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, dan berkata " Sobat muda, akan ku jawab pertanyaan mu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kau menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, " satu keping emas? saya tidak yakin cincin ini bisa di jual seharga itu."

"Cobalah dulu sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang ikan, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata tak seorangpun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya seharga satu keping perak saja. Tentu saja pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping uang perak. Ia pun kembali kepada Zun-Nun dan melapor " Guru, tak seorangpun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zun-Nun sambil tersenyum arif berkata, " Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas disana. Jangan buka harga, dengarkan s aja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor " Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini lebih tinggi dari yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, " Itulah jawaban atas pertanyaan mu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya 'para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar' yang menilai demikian. Namun tidak demikian dengan 'pedagang emas' . Emas permata yang ada dalam diri seseorang hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu  melihat kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses sobat mudaku. Kita tidak bisa menilainya hanya dengan tututr kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."












Rabu, 19 Oktober 2011

Tokoh Dunia Yang Vegetarian

Para Filsuf dan Pemimpin spiritual
 Paramahansa Yogananda ( Guru Spritual India ), Socrates ( Filsuf Yunani ), Yesus Kristus, Konfusius ( Filsuf Cina ), Buddha Sakyamuni, Lao Tzu ( Filsuf Cina ), St. Fransiskus dari Asisi ( Orang suci Kristen, Italia ), Thich Nhat Hanh ( Biksu Buddha / Penulis Vietnam ), Yogi Maharishi Mahesh ( Penulis, Filsuf, Pemimpin meditasi Transendental, India ), Leo Nikolayevich Tolstoy (Filsuf Russia ), Pythagoras ( Ahli Matematika / Filsuf Yunani ), Zoroaster ( Pendiri Ajaran Zarasthustra, Iran ), Muhammad Al-Ghazali ( Mahasiswa Islam, Iran and Orang suci Sufi ), Muhammad Rahiim Bawa Muhaiyadeen ( Orang suci Sufi dan pengarang Islam, Srilangka ), Bulleh Shah (Orang Suci Sufi Islam ), dll.

Penulis, Seniman dan Pelukis
Leonardo Da Vinci ( Pelukis Italia ), Ralph Waldo Emerson ( Penulis Esay dab Penyair, AS), George Bernard Shaw ( Penulis Irlandia ), John Robbins ( Penulis AS ), Mark Twain ( Penulis AS ), Albert Schweitzer ( Filsuf , Dokter dan Musisi Jerman ), Plutarch ( Penulis yunani ), Voltaire ( Penulis Perancis ), Sadegh Hedayat ( Novelis Iran ), dll.

Ilmuwan, Penemu, dan Insinyur
Charles Darwin ( Ahli Flora dan Fauna dari Inggris ), Albert Einstein ( Ilmuwan Jerman ), Thomas Edison ( Ilmuwan, Penemu , AS ), Sir Isaac Newton ( Ilmuwan Inggris ), Nikola Tesla ( Ilmuwan / Penemu Amerika – Serbia), Henry Ford ( Pendiri Ford Motors As ), dll.

Politikus, Negarawan dan Aktivis
Susan B. Anthony ( Pemimpin Pergerakan Hak Pilih Wanita AS ), Mahatma Gandhi ( Pemimpin Hak Warga Sipil India ), Coretta Scott King ( Pemimpin dan Aktivis Hak Warga Sipil AS, Istri dari Dr.Martin Luther King Jr. ), Dr. Janez Drnovsek ( Presiden kedua Slovenia ), Dr. A. P. J. Abdul Kalam ( Presiden India), Dr. Manmohan Singh ( Perdana Mentri India ), Dennis J. Kucinich ( Anggota Konggres AS ), dll.

Aktor, Aktris & Model
Pamela Anderson ( Aktris AS ), Ashley Judd ( Aktris AS ), Brigitte Bardot (Aktris Prancis ), John Cleese (Aktor Inggris ), David Duchovny ( Aktor AS ), Danny Devito ( Aktor AS ), Cameron Diaz ( Aktris AS ), Richard Gere ( Aktor AS ), Daryl Hannah ( Aktris AS ), Dustin Hoffman ( Aktor AS ), Katie Holmes ( Aktris AS ), Steve Martin ( Aktor AS ), Demi Moore ( Aktris AS ), Ian McKellen (Aktor Inggris ), Tobey Maguire ( Aktor AS ), Paul Newman (Aktor AS ), Gwyneth Paltrow ( Aktris AS ), Joaquin Phoenix ( Aktor AS ), Steven Seagal ( Aktor AS ), Brooke Shields (US model/actress), Jerry Seinfeld ( Aktor AS ), Naomi Watts ( Aktris AS ), Kate Winslet ( Aktris Inggris ), dll.

Bintang Pop dan Musisi
George Harrison, Paul McCartney, Ringo Starr ( Musisi Inggris, Anggota The Beatles), Bob Dylan ( Musisi AS ), Michael Jackson ( Penyanyi pop AS), Morrissey ( Penyanyi Inggris ), Olivia Newton John ( Penyanyi Inggris-Australia ), Sinead O’Connor (Penyanyi Irlandia ), Pink ( Penyanyi AS ), Prince ( Bintang Pop AS ), Justin Timberlake ( Penyanyi Pop AS ), Tina Turner ( Bintang Pop AS ), Shania Twain ( Penyanyi Kanada ),Vanessa Williams ( Penyanyi Pop AS ), dll.

Atlet Olahgara
Billie Jean King ( Juara Tenis AS ), Bill Walton ( Pemain Basket AS ), Carl Lewis ( Peraih medali emas 9 kali di Olimpiade cabang atletik AS ), Edwin C. Moses ( Peraih medali emas 2 kali di Olimpiade cabang atletik AS ), Elena Walendzik ( Juara Tinju Jerman ), Alexander Dargatz ( Atlet, Juara Binaraga, Dokter Jerman ), dll.

Model
Christie Brinkley ( Supermodel AS ), Christy Turlington ( Supermodel AS ), dll.

Bila keseluruhan orang terkenal diatas saja vegetarian, mengapa anda tidak ??? (^_^)

Sumber : al.goddirectcontact.org.tw
 

Selasa, 18 Oktober 2011

Belajar Pada Burung dan Cacing

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayangkan sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang di perlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan untuk keluarganya, tapi kadang ia harus "puasa" agar makanan yang ia bawa cukup untuk keluarganya. Bahkan sesekali ia pulang tidak bawa apa - apa untuk keluarganya sehingga mereka harus "puasa".

Merkipun burung seringkali mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya di serobot manusia, Namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang bunuh diri kan??

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba - tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba - tiba menenggelamkan dirinya ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih racun untuk mengakhiri penderitaannya. Burung tetap optimis akan rejeki yang di berikan Allah.

Walaupun kelaparan, burung tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadaribenar bahwa demikian lah hidup adanya Terkadang berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. kadang kenyang, kadang lapar.

Lalu mari kita lihat mahluk yang lebih lemah dari burung, cacing. Kalau kita perhatikan binatang ini seolah tak punya sarana yang layak untuk survive. ia tidak punya tanduk, kaki, tangan, mata ataupun telinga. Tetapi ia sama seperti mahluk lain yang kalau tidak makan tentu akan mati. Dengan segala keterbatasannya kita tidak pernah melihat ada cacing yang tiba - tiba membenturkan kepalanya bukan??

Lalu tengoklah manusia. Mahluk yang di berkahi banyak kelebihan dan sarana yang jauh lebih canggih ini justru banyak yang ditemukan bunuh diri karena putus asa.

Rupa - rupanya kita masih perlu banyak belajar dari Burung dan Cacing

Sumber : buku 1000 kata motivasi ampuh

Asal Usul Buddha Maitreya

Dahulu kala hidup seorang pemuda pertapa yang memiliki keluhuran budi pekerti. Wajahnya sangat rupawan, dia sengaja hidup sangat sederhana. Semenjak terlahir memiliki kesadaran bervegetarian. Bisa dikatakan asal usul pemuda tersebut dalam kehidupan sebelumya adalah seorang bodhisatva. Yang sengaja dilahirkan kembali kedunia untuk menyelamatkan umat manusia.

Suatu kali saat melakukan perjalanan ke suatu tempat. Pertapa muda tersebut terjebak dihutan yang sudah kering karena dampak kemarau yang berkepanjangan. Karena tidak menemukan buah2an dan sayuran, akhirnya si pertapa muda tergeletak lemas. Sambil menahan lapar selama 7 hari lamanya. Selama dihutan yang kering tersebut dia sangat tersiksa tergolek lemas. Siang hari tersiksa oleh terik matahari. Rasa dingin menusuk tulang dimalam harinya. Sambil merintih menahan perihnya perut akibat kelaparan dan kehausan.

Didekat tempat peristirahatan pertapa muda tersebut tinggallah ratu kelinci dan anaknya semata wayang. Ratu kelinci tersebut tergugah dengan ketulusan pertapa muda tersebut. Lalu mengatakan pada anaknya.
Ratu kelinci : "nak pertapa muda ini adalah titisan bodhisatva yang agung...dikehidupan kali ini mengemban misi untuk menyelamatkan kehidupan seluruh umat manusia( mahluk).....dia tidak boleh mati muda akibat kelaparan....."  

Anak kelici: "maksud ibunda apa"? 

Ratu kelinci :" ibu akan mengorbankan diri melompat diperapian ditempat pertapa itu beristirahat ....agar pertapa dapat makan tubuh ibu dan memiliki lagi tenaga untuk menyelamatkan umat manusia(mahluk)... Setidaknya pengorbanan ibu berguna untuk seluruh umat manusia(mahluk)...kamu jaga diri baik2 karena ibu tidak dapat bersamamu dan menjagamu lagi...."

Singkat cerita setelah berpamitan Ratu Kelinci sengaja bunuh diri , melompat keperapian mempersembahkan tubuhnya untuk pertapa muda tersebut.... 

Lalu si anak kelinci berkata: "Ibunda melakukan pengorbanan yang amat luhur dan mulia untu seluruh umat manusia(mahluk) , hal yang demikian agung mana boleh hanya ibunda yang melakukan... Saya juga wajib melakukannya... 

Lalu tdk lama kemudian anak kelinci pun menyusul Ratu Kelinci melompat dalam perapian. Percakapan mereka teryata didengar oleh pertapa muda tersebut. Lalu pertapa muda tersebut menangis dan berpikir. Tuhan mengapa didunia ini engkau membiarkan Ratu Kelinci dan anaknya yang mulia . Bunuh diri melompat kedalam perapian, berkorban demi hamba yang hina ini. Hamba tidak pantas menerima persembahan ini...(Karena kesadarannya mempertahankan vegetariannya)... Lalu menyusul juga pertapa muda tersebut melompat keperapaian dan bunuh diri....

Saudara sedharma.... siapakah Ratu kelinci tersebut....? Dia adalah Sidharta Gautama pada satu kali kehidupan sebelumnya. Lalu siapakah anak kelinci tersebut...? Dia adalah pangeran Rahula , putra kandung semata wayang pangeran Sidharta Gautama.... Lalu siapakah pertapa muda tersebut...? Dia adalah reinkarnasi Buddha Maitreya... 

Semoga cerita ini menginspirasi kita semua untuk mempertahankan ikrar vegetarian kita sampai titik darah penghabisan.... Dalam menerobos dan menghadapi segala rintangan.
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sumber : The Best Little Chi Kung 


Induk Ayam dan Anak Ayam

Suatu ketika, ada sekelompok peneliti binatang di daerah Eropa. Salah seorang peneliti itu bertugas untuk meneliti unggas. Peneliti ini dengan sepenuh hati mengamati kehidupan berbagai jenis ayam.

Pada suatu hari, si peneliti menemukan seekor ayam gunung di hutan. Ayam gunung betina itu baru saja bertelur banyak sekali. Untuk penelitiannya, diam-diam si peneliti membawa beberapa butir telur ayam gunung itu.

Sekembalinya ke tempat penelitian, kebetulan ia mendapati ada seeekor ayam betina kampung yang juga baru saja bertelur. Si peneliti lalu mengambil telur ayam betina kampung ini, dan menukarnya dengan telur ayam gunung itu. Sewaktu kembali ke kandang, ayam betina kampung itu melihat bahwa telur yang ada di sana tidak sama dengan telurnya. Dengan ragu-ragu, induk ayam itu pun mengerami telur-telur itu. Induk ayam menjaga telur ayam gunung dengan lemah lembut seolah sedang mengerami telur-telurnya sendiri.

Setelah beberapa saat, telur ayam gunung ini pun menetas. Tiba waktunya untuk memberi makan anak-anak ayam. Induk ayam kampung membawa mereka ke dalam hutan. Ia lalu mengais tanah dengan kakinya untuk mencari cacing-cacing yang bersembunyi di antara tanah dan pepohonan. Setiap kali menemukan seekor cacing, induk ayam itu memanggil anak ayam gunung untuk makan.

Si peneliti yang mengamati tingkah laku mereka sangat terkejut. Karena biasanya induk ayam kampung itu hanya membawa anak ayam yang baru menetas untuk makan makanan ternak di sekitar kandang. Kali ini, rupanya induk ayam kampung ini tahu bahwa anak-anak ayamnya ini berbeda. Induk ayam tahu anak-anaknya ini tidak memakan makanan ternak melainkan hanya makan makanan yang alami.

Si peneliti belum puas. Ia lalu mengambil lagi beberapa butir telur bebek untuk dierami sang induk ayam. Induk ayam ini tetap dengan sepenuh hati mengerami telur-telur bebek ini hingga menetas, kemudian membawa anak-anak bebek itu ke sungai. Induk ayam membiarkan anak-anak bebek berenang di dalam sungai. Kedua kejadian ini membuat si peneliti akhirnya memahami satu hal. Selama ini manusia mengira bahwa ayam adalah makhluk yang bodoh dan tidak berperasaan, tetapi ternyata induk ayam ini mempunyai cinta kasih dan kebijaksanaan.

----------------------------------------------------------

Pesan Master Cheng Yen:

Seekor induk ayam saja bisa dengan penuh cinta kasih dan bijaksana memperlakukan setiap makhluk yang berbeda. Sebagai manusia, kita seharusnya memperlakukan semua makhluk dengan sikap yang dapat berpuas diri, penuh syukur, hati yang bijak, dan penuh pengertian.

sumber :tzuchi.or.id
 

Senin, 17 Oktober 2011

Buddha Di Rumah

Suatu hari Yang Pu Saw meninggalkan rumah dan pergi ke propinsi Si Chua untuk mengunjungi seorang Bodhisatva. Di tengah perjalanan, Yang Pu Saw bertemu dengan seorang pertapa bijak. Lalu pertapa tersebut bertanya kepada Yang Pu Saw " Hendak kemana anak muda?" Yang Pu Saw dengan gembira menjawab " Saya hendak jadi murid Bodhisatva"

Pertapa tua sejenak berfikir kemudian menjawab " Daripada mencari Bodhisatva, kan lebih baik mencari Buddha, Betul tidak ?" Yang Pu Saw kemudian berfikir, wah ucapan Pertapa ini benar juga ya... " Cari Budha dimana Mbah?"  Dengan bijak Pertapa menjawab " Sekarang kembalilah kamu kerumah, Waktu kamu tiba di rumah, kamu akan disambut oleh orang yang memakai handuk dengan sandal terbalik. Nah, orang itulah buddha."

Yang Pu Saw dengan termangu - mangu menuruti perkataan pertapa tersebut. Maka kembalilah dia pulang ke rumah. Ketika tiba dirumahnya, hari telah gelap. Ibunya mendengar suaranya didepan pintu sangat bahagia sehingga ia begitu saja memakai handuk tanpa sempat berpakaian lagi dan bahkan memakai sendalnya secara terbalik. Ia melesat keluar dan ketika Yang Pu Saw melihat ibunya, ia terpesona.

Renungan : Orang bisa saja berjalan jauh mencari kebenaran. Tetapi ia harus menyadarinya dalam dirinya sendiri atau ia tidak akan menemukannya.

Sumber : Buku Zen Membebaskan Pikiran

Senin, 10 Oktober 2011

Miskin Dan Kaya

Ada seorang petani tua yang menemukan sebuah patung arahat emas di satu sisi sebuah gunung.

Family, keluarga serta teman - temannya bergembira hati untuknya. " Hehehe.... Sekarang ita bisa bersenang - senang sepanjang hidup" Ujar satu kerabatnya. " Beratnya pasti paling tidak 50 Kg emas murni nih.." ujar kerabat lainnya. Namun si petani ini tidak bahagia. Ia cemberut terus sepanjang hari dan tiada hentinya menghembuskan nafas panjang.

Melihat hal ini kerabatnya menjadi heran. lalu salah satu bertanya pada si petani " Kamu kan sudag jadi milyader sekarang. apa lagi yang kamu risaukan?"

" alangkah sedihnya... Saya tidak tahu dimana mencari tujuh belas arahat yang lain."

Gubrak... Kerabat dan temannya jatuh terjungkal.

Renungan : Kekayaan tidak diukur dari seberapa banyaknya harta seseorang. Tetapi dari apakah ia merasa cukup.

Sumber : Buku Zen Membebaskan Pikiran