Sabtu, 14 April 2012

**MEMBINA MORAL KEBAJIKAN**



Penulis dari Yunani yang bernama Plutarch mengatakan : " Moral kebenaran akan selalu eksis, tetapi kekayaan setiap hari berganti tuan."
Contohnya: uang adalah alat pembayaran yang bergerak , datang dan pergi dalam kehidupan. Majalah keuangan setiap tahunnya pasti akan meneliti siapa orang terkaya didunia, dan urutan namanya selalu berubah-ubah. Di sini jelas membuktikan bahwa kekayaan selalu berganti tuan.
Pengunaan kata "TUAN" di sini sangatlah bagus, ia menandakan bahwa peran harta adalah sebagai budak, seharusnya melayani tuannya. Tetapi ada orang justru terbalik , jelas- jelas memiliki kekayaan, tetapi rela untuk menjadi budak penjaga kekayaan,
Sementara kita membahas kegunaan uang, dalam status sebagai Tuan, apa yang seharusnya kita kejar? Jawabannya adalah kepribadian moral dan pembinaan. Untuk menuju target ini, harus dimulai dari kebiasaan dalam kehidupan.
Seorang filsur Inggris bernama John Locke mengatakan, " Sopan santun adalah hal penting pertama, yang harus dibina secara ekstra hati-hati dan dijadikan sebagai kebiasaan bagi anak muda". Semuanya dimulai dari sopan santun , mulai dari sikap yang baik terhadap orang lain.
Sopan santun berasal dari proses belajar, memerlukan kerjasama dengan kesungguhan perasaan dalam hati, misalnya rasa hormat, rendah hati, dan sebagainya. Seseorang yang memiliki sopan santun tidak hanya bisa mengurangi kesulitan dalam hubungan antar sesama, bahkan dari sini dapat menampilkan kepribadian yang lebih tinggi.
Dalam proses perkembangan, apakah yang menjadi kunci pembentukkan moral dari orang yang mandiri? Yaitu MENGUBAH YANG PASIF MENJADI INISIATIF.Mengubah kelakuan pasif (yang sudah ditetapkan orang lain) menjadi Inisiatif (pilihan sendiri). Dengan begitu kehidupan ini seketika akan menjadi cemerlang . Beethoven -Ludwig Van, 1770-1817, komposer Jerman yang terkenal) mengatakan: "Yang menjadikan orang merasa BAHAGIA adalah prilaku moral, bukanlah uang. {^____________^}

Kamis, 12 April 2012

Faktor Keturunan

Nona Li adalah seorang perawat bersalin di rumah sakit pemerintah, setiap hari membantu persalinan, setelah bekerja bertahun - tahun  segalanya menjadi terlatih dan lancar.

Suatu hari dia bekerja seperti biasanya, membantu persalinan seorang bayi laki - laki yang kuat. Dia dengan santai mengangkat dua kaki bayi tersebut dan bayi pun menangis, kemudian memukul sekali pantat bayi tersebut dan bayi pun menangis. Kemudian dimasukkan ke dalam bak cuci untuk membersihkan darah kotor. Dia memolesi dengan sabun bayi, merendam dengan air hangat. Gerakannya sangat cepat dan lincah, tidak sampai 15 menit  ia memakaikan sarung tangan untuk bayi tersebut dan dibungkus dengan kain untuk di berikan kepada ibunya. Pada saat ini ibu melihat bayinya  langsung lupa penderitaannya tadi. Rasa hangat menembus hati sambil menggendong buah hatinya, sungguh sangat gembira.


Setelah Nona Li mengembalikan bayi kepada ibunya, dia membereskan semua peralatan dan berjalan ke depan cermin. Dengan kedua tangan merapikan rambut, tiba - tiba terkejut dan menemukan cincin berlian di jari manis tangan kanannya hilang. "Kapan kehilangan??" Dia mencoba mengingat kembali, tadi ketika masuk kedalam ruang bersalin masih memakainya, pasti hilang sewaktu memandikan bayi. Kemudian dia buru - buru pergi ke kamar mandi dan mencari ke segala tempat, tetapi tidak dapat menemukan. "Gawat, itu pasti penyedot air otomatis bak mandi, sewaktu membuang air kotor jatuh ke bak limbah. Harus bagaimana ?" Dia cemas hingga menghentakkan kakinya dan hampir menangis. Rupanya cincin berlian itu adalah pemberian dari tunangannya dihadapan orang tuanya sewaktu bertunangan satu bulan lalu. Selain harganya tinggi, dia juga telah memenangkannya dari dokter muda, tampan dan kaya bernama Mu Cao, sungguh tidak mudah. Kini cincin yang merupakan simbol kemenangan pun telah hilang. Harus bagaimana menjelaskannya? Bagaikan seekor lalat yang kehilangan kepala sembarang menabrak. Sebentar ke kamar mandi dan sebentar berlari ke ruang bersalin. Boleh dibilang setiap tempat telah dicarinya.

Disaat seseorang cemas hingga menjadi kacau, akan kehilangan kendali, menjadi kacau dan tidak bisa berpikir, umumnya disebut dengan istilah " Bo Tao Xin/ dewa tanpa kepala".  Tapi nona Li pernah mendapatkan pelatihan psikologis, dalam kondisi kritis hanya berusaha untuk tenang barulah timbul kebijaksanaan. Jadi dia duduk untuk menenangkan diri dan tiba - tiba tercerahkan. Kemudian ia pergi ke ruang bersalin, membuka pintu dan berjalan ke dalam.  Ia mendekati bayi yang baru dilahirkan tadi, membuka kain pembungkusnya, bahkan sarung tangannya dan sarung kaki semua dilepaskan.

Gerakan tiba - tiba membuat ibu bayi tersebut kaget dan bingung, sedangkan bayi kecil tersebut tersenyum samar, tetapi juga sepertinya menertawakan. Dia tidak menghiraukan segalanya, tumpukan kain di obrak abrik, kemudian ia kembali menjadi putus asa. Dalam keadaan putus asa, dia tiba- tiba teringat , sewaktu ia memakaikan sabun ke kepala bayi tersebut, tangan - tangan kecil bayi itu nakal sembarang menarik. Dengan demikian membuka genggaman bayi tersebut dan menemukan cincin berkilau ditangannya.  Nona Li menjadi puas, dalam hati ingin menampar wajah pencuri kecil yang baru lahir tadi, tapi bisa menemukan cincin berlian juga sudah merasa puas.


Hal ini tadinya sampai disini saja, tetapi nona Li yang pintar pergi ke bagian pendaftaran, memeriksa riwayat orang tua bayi tersebut. Rupanya orang tua bayi tersebut tidak mempunyai pekerjaan tetap, masi sangat muda , ayahnya baru berusia 19th, ibunya 20th, keduanya adalah pencopet, sehingga anak yang baru dilahirkan sudah bisa menjadi pencuri.



Sumber : Buku Kisah Nyata Hukum Karma Jilid 2

Minggu, 01 April 2012

**MEMAHAMI MAKNA KEHIDUPAN**






Filsur Inggris yang bernama Francis Bacon(培根 ) mengatakan: " Kita seharusnya jangan seperti semut yang mengumpulkan makanan. Dan juga jangan seperti laba-laba yang hanya mengeluarkan jaring dari perutnya, tetapi harus seperti lebah yang setelah mengumpulkan sari bunga kemudian mencernanya, barulah bisa menghasilkan madu yang harum dan manis."
Ketika kita memamerkan
"pengetahuan jadi" ( yang diperoleh dari pengetahuan yang sudah ada ) kepada orang lain, itu sama halnya dengan semut yang berusaha membuktikan rajinnya mereka dengan menunjukkan stok makanannya. Dan di saat kita menceritakan pengalaman dan pengetahuan pribadi, mengira bahwa kehidupan hanya seperti itu saja, maka sama seperti laba-laba yang hanya bisa merajut jaring kecil saja. Dan pertumbuhan batin sesungguhnya harusnya seperti lebah yang mencerna pengetahuan yang diperoleh membentuknya menjadi kearifan diri sendiri.
Penulis tragedi dari Yunani yang bernama Aeschylus (愛其奇勍土 ) mengatakan: " Dewalah yang selalu membimbing manusia menuju ke jalan yang penuh kearifan. Karena dia telah menjadikan hukum alam yang akan berlanjut selamanya, kearifan diperoleh dengan sendirinya dalam penderitaan dan kesusahan. " Kalau hanya menuntut pengetahuan. belumlah layak disebut kearifan, masih harus melalui berbagai cobaan dalam kehidupan. Pintar tidak termasuk dalam kearifan. Tahu bagaimana caranya mempergunakan kepintaran dan pengetahuan dengan benar barulah disebut Kearifan Sejati.
Filsur Roma yang bernama Marcus Tullius Cicero (西齊羅) mengatakan:
" Orang yang berkearifan jika tidak dapat membuat dirinya

memperoleh manfaat dari kearifannya, maka kearifannya sama dengan nol. " Mendapatkan manfaat disini adalah memperoleh kebahagiaan karena memperkaya kehidupannya dengan pengetahuan yang solid, biarpun ia menghadapi nasib dimana ia tidak bisa memilih, tidak berdaya, tidak tahu apa yang harus dilakukan dia masih dapat mengatur suasana hatinya untuk menghadapi segala kesulitan. Bahkan bisa menciptakan kebahagiaan dalam kesusahan tanpa terpengaruh sedikitpun. Dengan demikian manisnya madu lebah masih tidak sebanding dengan kearifan dan kesadaran batin.

Sabtu, 31 Maret 2012

Nasihat Bijak Cu Ke Liang

Cu Ke Liang atau sering dipanggil Khung Ming, adalah penasihat raja pada masa Sam Kok jaman Dinasti Han. Cu Ke Liang pada awalnya tidak ikut berpolitik, namun dikarenakan setia pada negara, Cu Ke Liang turut membela negara. Cu Ke Liang terkenal karena kepintaran, strategi perang, keahlian dalam melihat masa depan dan kebijaksanaannya. 


Pernah di satu kisah di ceritakan, meskipun Cu Ke Liang tahu bahwa Dinasti Han akan berakhir, namun tetap dengan setia dan sekuat tenaga mempertahankan sampai runtuhnya Dinasti Han.


Cu Ke Liang selain terkenal karena kepintarannya, juga terkenal karena pribadinya yang tenang dan bijak, dalam melakukan hal apapun dan mengambil keputusan, beliau tidak sembrono. Cu Ke Liang meninggalkan beberapa nasihat hidup untuk anak cucunya yang belakangan bukan hanya dijadikan pedoman hidup bagi anak cucunya, melainkan khalayak ramai yang berniat mempelajari kebenaran.



1. Menjaga hati dan sikap, setiap saat berintrospeksi diri atas pemikiran dan perilaku.


2. Harus mempunyai cita-cita yang tinggi dan masa depan.
Jangan menitik beratkan kepada harta duniawi.
Bersekolah/memiliki pendidikan bukan demi kedudukan dan kekayaan. Tetapi adalah untuk mendapatkan kebenaran.



3. Belajarlah penuh dengan ketenangan hati dan selalu ada keinginan untuk terus belajar.


4. Kemalasan adalah kegagalan untuk mendapatkan yang lebih baik.
Rajinlah belajar, karena waktu begitu cepat berlalu. Jangan sampai menyesal kemudian karena tidak mendapatkan apa-apa seiring berlalunya waktu.



Demikian sedikit pembelajaran dari Cu Ke Liang, semoga bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari - hari kita, keluarga, lingkungan dan anak cucu kita kelak.


Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/09/24/nasehat-cu-ke-liang/








Jumat, 30 Maret 2012

**SEHARI MENENANGKAN DIRI SELAMA 10 MENIT**(一天


Hati tenang barulah bisa berpikir hal-hal yang biasanya tidak terpikirkan, misalnya kehidupan manusia dan nilainya ,alam...
Mungkin kamu suka berbicara, berloncat-loncat ria, bergaul dengan teman dimana-dimana, semua ini sangatlah baik. Tetapi dapatkah kamu menenangkan diri selama 10 menit dalam sehari, duduk dengan tenang dan mata menatap jauh ke depan, atau istirahat dengan memejamkan mata, tenangkan pikiran , biarkan suasana hati dan perasaan kita kembali ke nol (menjadi kosong)? Mungkin kamu merasa menenangkan diri 10 menit dalam sehari mudah dilakukan, kalau begitu lakukanlah. Yang terpenting adalah kamu harus ingat melakukannya. jangan merasa bosan, dan dilakukan untuk jangka panjang. mungkin kamu merasa hal ini mudah, tetapi mengapa harus dilakukan? Karena manusia baik bekerja, bersenang-senang, ataupun berbicara selama seharian, tetap juga harus istirahat sebentar, biarpun hanya selama 10 menit. Atau lebih jauh lagi, seperti yang dikatakan oleh Cu Ke Liang (諸擖亮): " Tenang hasilnya akan jauh berbeda ." Tenangkan hati ini barulah akan bisa terpikirkan hal-hal yang biasa tidak terpikirkan, misalnya kehidupan manusia dan nilainya yang berarti, natural dan sebagainya.
Lagipula, sebaiknya seseorang bisa memelihara kemampuan untuk menenangkan hati kapan saja selama 10 menit . Meskipun mungkin kamu merasa hal ini sangatlah mudah, tetapi kalau dilakukan untuk jangka panjang tidaklah mudah. Seseorang psikolog Jerman yang bernama Offen helm pernah mengatakan: "Sehari menenangkan hati selama 10 menit adalah permulaan dari pemeliharaan kemampuan menahan diri".

Kamis, 29 Maret 2012

Pemuda Yang Sabar

Alkisah dijaman tiongkok kuno, hiduplah seorang pemuda miskin bersama kuda hitamnya disebuah desa terpelosok. Dari penampilan luarnya, tidak ada sesuatu yang menonjol pada diri pemuda tersebut, dia terlihat serupa dengan pemuda-pemuda desa yang lain. Hanya sifat sabar nya lah yang membedakan dia dengan penghuni desa yang lain.

Namun orang-orang desa memiliki pandangan berbeda mengenai sifat sabarnya, sehingga mereka memanggilnya si bodoh. Mendapatkan julukan negatif terhadap dirinya, sang pemuda hanya tersenyum, dalam hatinya selalu terpatri nasehat ayahnya, SABAR SATU KALI,HILANG SATU MASALAH.

Kabar mengenai pemuda tersebut akhirnya sampai juga di telinga raja yang berkuasa pada saat itu. Tertarik untuk mengetahui kesabaran sang pemuda, akhirnya sang raja pun ingin menguji sang pemuda. Raja pun memanggil prajurit terhandalnya untuk merampok rumah sang pemuda. Raja ingin mengetahui, bagaimanakah reaksi sang pemuda, apabila kuda hitam yang merupakan harta berharga sang pemuda dicuri.

Tibalah saat yang telah di rencanakan oleh sang raja, prajurit suruhannya pun bereaksi dengan cepat. Menunggu waktu disaat sang pemuda sedang tertidur lelap, sang prajurit suruhan pun membawa kuda hitam sang pemuda ke kekerajaan. Dan tak lupa, dia pun menempatkan seorang prajurit lainnya, yang menyamar sebagai petani, untuk memata-matai reaksi sang pemuda.

Pagi harinya, saat sang pemuda bangun dari tidurnya, bergegas dirinya ingin memberi makan sang kuda kesayangan, namun dia pun tidak menemukan kudanya, yang ada hanya tali kekang kuda yang putus terkena tebasan benda tajam. Namun dari wajah sang pemuda, tidak terlihat perasaan sedih ataupun marah. Yang ada hanyalah senyuman yang menghiasi bibirnya.

"Semoga si pencuri kuda, bisa mendapatkan manfaat dari kuda ku ini, sehingga bisa mengurangi masalah yang dihadapinya" katanya kemudian.

Mendapatkan kabar dari sang prajurit mata-mata mengenai reaksi sang pemuda, sang raja pun tergugah, dan memerintahkan prajuritnya untuk menjemput sang pemuda, menjadi penasehat kerajaan. Kesabaran yang dimiliki oleh sang pemuda berakhir dengan kebahagian bagi dirinya. Orang-orang desa yang dulu memandangnya bodoh, sekarang menyesali sikap mereka.


Sabar adalah sikap yang sangat sulit kita lakukan belakangan ini. Sering kali sabar kita sama artikan dengan merendahkan diri kita sendiri. Namun coba bayangkan apabila seluruh penghuni dunia ini menyikapi kata sabar , tentu saja tidak akan ada perang diantara kita, tidak akan ada lagi pertumpahan darah atas dasar ego dan kemarahan, dan tentu saja tidak akan ada lagi kecelakaan-kecelakaan lalu lintas akibat ketidaksabaran itu sendiri. Maka dari itu, mari sebelum terlambat, kita belajar untuk bersabar mulai hari ini, mulai dari hal yang kecil, dan tentu saja sikap sabar yang kita kembangkan dapat menjadikan kita sebagai insan bijak bagi diri kita sendiri maupun orang lain ~

Bodhi Taruna
www.successandwisdom.blogspot.com






Sabtu, 24 Maret 2012

Next Stop : Curug Nangka


Harpitnas kali ini saya ingin menghabiskan waktu  dengan jalan - jalan diluar kota. Namun karna harus kerja keesokan harinya , saya terpaksa cari tempat yang mudah ditempuh tanpa harus menginap. Sedih deh... Akhirnya saya dan teman putuskan untuk menghabiskan waktu  dengan melihat keindahan kota Bogor saja.

Dengar - dengar di Bogor banyak air terjun. Mereka menyebutnya Curug. Kesempatan libur kali ini saya ingin pergi ke Curug Nangka yang konon katanya banyak kera didalamnya. Hitung - hitung silahturahmi dengan leluhur... hahaha....

Demi menghindari macet, kami putuskan naik kereta saja. Dari stasiun kota kami naik Commuter Line tujuan Jakarta Kota - Bogor. Jam keberangkatan 8.50. Kurang lebih butuh waktu 1 jam lebih 20 menit kami sudah sampai di stasiun Bogor. Dari Stasiun Bogor kami naik mobil 02 arah BTM, lalu disambung angkot 03 jurusan Ciapus. Setelah memakan waktu kurang lebih 1 jam, sampailah kami di Persimpangan Curug Nangka.

Dari sini kami harus jalan kaki ke dalam. Sebenarnya lebih enak naik kendaraan pribadi, karna tidak harus jalan jauh. Dari sini kami sudah bisa melihat pemandangan gunung yang indah. hawa udara yang segar pun sudah dapat kita rasakan. Dikiri kanan kami juga sudah terlihat pemandangan gunung yang asri. Sesampai di pintu gerbang Curug Nangka kami masih harus jalan kaki sekitar 700 meter ( itu yang tertulis di pintu masuk) dari sini anda juga dapat melihat kiri kanan anda dipenuhi pohon2 yang rindang. Hm... jauhnya... Dari kenyang sampai lapar...
{T_T}


Mirip siapa yah..
Seperti diawal saya katakan, salah satu keunikan Curug Nangka ini, anda dapat melihat banyak kera - kera liar yang berkeliaran disekitar pintu masuk lokasi  wisata. Ada kera yang membawa anak mereka yang sedang menyusui,,, wah... jangan anda dekati yang ini ya, karna mereka galak. Tapi kera jantan tanpa anak biasanya tidak galak. Mereka biasa memakan sisa makanan yang dibawa pengunjung.

Sangat disayangkan para pengunjung banyak yang tidak menjaga kelestarian alam dengan membuang sampah sembarangan. Padahal sudah disediakan tempat sampah yang layak untuk dipakai disini.

Sekilas info aja nih teman - teman... Sebenarnya menurut banyak cerita yang saya dapatkan dari internet, sebelum sampai ke Curug Nangka mestinya kita harus menemui Curug Kawung terlebih dahulu. Ini adalah foto tenda biru tempat kami makan siang. Mungkin dikarnakan musim kemarau yang panjang, air terjun yang mestinya Curug Kawung ini menjadi begini kali ya??? atau saya yang nyasar ??

Ini Curug Kawung bukan yahh... ??
Coba deh teman - teman yang pernah ke Curug Nangka boleh kita share... Curug Kawung itu letaknya dmana yah? koq saya ga ketemu yah? hehehe... Tapi tempat ini kelihatan seperti air terjun kecil buat saya. Dan kolam dibawahnya juga tergolong dalam. Karna ada penjual dan penyewa ban disini yang siap melayani kebutuhan berenang anda dan keluarga... Banyak juga loh yang berenang disini.


Ikutan doonnggg....
Lanjut lagi ke cerita perjalanan saya,, Hm... Menurut penjual makanan disana, karna curah hujan yang jarang air terjun jadi agak kering. Tapi tak mengapa, karna kami masi dapat melihat air terjun yang lumayan indah dan banyak kolam air terjun kecil tempat anak - anak bermain air. Melihat anak - anak ini bermain air saya jadi kepingin terjun ke kolam, main air juga. Sambil terus berjalan ke puncak air terjun, saya terus menoleh kiri kanan, mana tau saya menemukan air terjun kecil yang sepi pengunjung buat saya main air. Hahaha... Tapi dipikir - pikir malu juga ya,, kolamnya begitu cetek.... yang ada saya di tertawakan anak - anak. Ketahuan deh ga bisa berenang. {^_^}

Huh... laper juga ya... Ternyata butuh waktu lama untuk ke puncak air terjunnya... karna perut sudah keroncongan dan mumpung ada bangku - bangku yang dibuat oleh para penjual makanan, kami piknik deh disana, sambil memesan segelas kopi panas, saya dan teman numpang duduk di bangku penjual kopi. Mulai deh kami buka bekal,, Mantap,,, makan siang ditemani suara air terjun dan  kecipak kecipuk anak - anak main air...

Eh... Tidak kalah menarik,,, selagi kami makan,,, Seorang Bapak Tionghoa setengah baya merebahkan badannya di air terjun kecil pas didepan tempat kami makan.. Sebelumnya dia buat ancang ancang sambil buka baju.. wahh.... "Pak, banyak anak kecil,,, malu ah.... Hahahaha..." (kata saya dalam hati) Serta merta si Om langsung merebahkan badannya di air terjun kecil,,, wihhh... Berasa berjemur di pantai boooo  {^_~}

Alhasil, kami makan siang ditemani riuh air terjun nuansa pantai... Hahaha.... Sebenarnya ingin saya abadikan nih posisi berjemur si Om yang eksentrik,,, tapi karna takut dibilang tidak sopan saya tidak jadi foto deh... Hahaha.....

Beginilah Curug Nangka dari jauh

Akhirnya setelah menikmati makan siang kami yang seru, kami terus berjalan menanjak keatas, sampailah kami ke air terjun Curug Nangka.. Horeeee..... Hmmm... Begini toh yang namanya Curug Nangka... Kolam dibawahnya tidak begitu dalam, namun air terjunnya lumayan tinggi. Dan seperti air terjun pada umumnya,, airnya dingin...

Teman ane numpang beken Gan
Sudah ramai orang disini yang tak segan  - segan berdiri dibawah curahan air terjun... wuihh... mantap.... Pada dasarnya Curug Nangka ini ditutupi oleh tebing dikiri kanannya,, sehingga sedikit timbul pikiran cemas juga ya,,, karna agak berbahaya kalau - kalau terjadi bencana longsor. Hm... Balik ke topik air terjun,, Langsung saja rekan saya ganti baju untuk siap - siap beratraksi dengan air terjun... Plus minta difoto.... Maklum narsis...  Mana tau ketemu bidadari yang ketinggalan selendangnya... Lumayankan ada oleh - oleh buat dibawa pulang... Hahaha.....




Fasilitas disini juga sudah lumayan lengkap loh. Tersedia WC umum yang terdapat di beberapa lokasi. Juga banyak warung makanan. Dan ada juga Villa di pintu masuk pertama tadi. Tidak lupa pos pengamanan yang dijaga dua orang petugas untuk memantau aktifitas pengunjung yang lumayan ramai mana tau terjadi hal - hal tak diinginkan. Jadi anda tidak usah takut,, aman.. man... man...man....

Saya juga tidak mau kalah dengan teman saya yang lumayan narsis,,, saya juga mau main air ah... Ups tapi ingat hati - hati bila anda ingin main air di lokasi air terjun,,, karena batunya licin. Airnya beneran dingin .. tapi karna cuaca sedang cerah jadinya cocok deh buat mandi siang,, hahaha,.... boleh pake sabun dan shampo ga yahh??? hehehe... {^_^}

Ikutan Mejeng ah...
Setelah puas bermain - main dibawah curahan air terjun,,, kami putuskan untuk turun gunung.... hehe... emangnya tadi uda naik gunung ya? ckck...

Ditengah perjalanan turun kami ini akhirnya saya menemukan apa yang saya sebut sebagai air terjun mungil... Disini blum ada penjajahnya... Akhirnya saya menemukan air terjun kecil buat saya sendiri... Asyyikkk.... Akhirnya saya bisa main air juga dengan bebas. Sambil sedikit narsis kami foto - foto lagi. Boleh dong... {^_^}




Ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, kami putuskan untuk sudahi permainan air terjun, waktunya kami untuk pulang, karna kami tidak ingin kecapain ketika sampai Jakarta.. Namun sebelumnya kami ingin ke Bogor Trade Mall dulu. Lihat kota Bogor dari atas mall kedengaran mengasyikan. Karna dari sini anda dapat melihat kota bogor berikut gunungnya... Mantap kan ?  {^o^}

Hmm... Beginilah kira - kira suasana kota Bogor dari Mall BTM Bogor :

View Kota Bogor dari balkon Mall BTM

Hehehe.... Selesai sudah perjalanan saya hari ini... Lain kali saya mau cari tempat wisata lain lagi ah... Aneka ragam tempat wisata di Indonesia tak habis - habisnya untuk dikagumi dan dijelajahi... Sayang sekali masih banyak tangan - tangan usil yang mecorat - coret dan juga buang sampah sembarangan di lokasi wisata.
Padahal mestinya kita ikut menjaga kelestarian alam disekitar kita... Kan ini warisan untuk anak cucu kita juga... hehe... Koq jadi ceramah ya?? {^_^}

Well.. ga usah diceritain lagi deh, pulangnya kami naik kereta lagi ke Stasiun Kota. Commuter Line lumayan nyaman dan penuh. Kereta terakhir jam 08.30 PM. Jadi ga usah takut ketinggalan kereta... boleh main ampe puas deh... hahaha....

Rincian Biaya :

Kereta listrik ber AC Commuter Line     Rp. 7.000,-
Ongkos dari Stasiun ke Mall BTM         Rp. 2.500,-
dari BTM Ke pertigaan Curug Nangka  Rp. 5.000,-
Masuk ke lokasi wisata Curug Nangka  Rp. 7.000,-

Sisanya dari rumah anda ke Stasiun Kota hitung sendiri yah... Hahaha...

See you next trip. { ^_^ }


Sungai Bogor Kering Gan..










Ada baby kera lagi menyusui Gan...
Awas jangan dekat - dekat,, galak..