Kamis, 08 Maret 2012

Sebutir Biji Lada



Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.

Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk akal, Sang Guru berujar:

“Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada.”

“Itu saja syaratnya?” tanya wanita itu dengan keheranan.

“Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya belum pernah ada yang mati.”

Dengan “semangat 45″, wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat entusias, “Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!”

Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: “Tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?” “Oh, boleh saja,” jawab tuan rumah. “Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?” “Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu.” Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.

Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. “Ayah kami barusan wafat…,” “Kakek kami sudah meninggal…,” “Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu…,” dan sebagainya.

Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.

Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih, “Guru, saya akan menguburkan anak saya.” Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.

Mungkin saja Sang Guru bisa mengerahkan kesaktian dan menghidupkan kembali anak yang telah mati itu, tetapi kalau pun bisa demikian, apa hikmahnya?

Bukankah anak tersebut suatu hari akan mati lagi juga? Alih-alih berbuat demikian Sang Guru membuat wanita yang tengah berduka itu mengalami pembelajaran langsung dan menyadari suatu kenyataan hidup yang tak terelakkan bagi siapa pun: siapa yang tak mati?

Penghiburan sementara belaka bukanlah solusi sejati terhadap peristiwa dukacita mendalam seperti dalam cerita di atas.

Penderitaan hanya benar-benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal:
(1) kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan
(2) bahwasanya pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang
bersumber dari dalam diri kita sendiri.





Minggu, 04 Maret 2012

Rasa...

Terbenam aku dalam rasa...
Rasa ragu yang menyerang...
Rasa rindu yang meradang....

Terkadang ku berpikir...
Setelah semua yang ku tinggalkan..
Dan demi masa depan yang ku jelang...

Apa yang sebenarnya ku inginkan...
Mengapa pula ku cita - citakan...
Biar malam bawa pergi gundah ku...

Dimalam yang dingin berteman sepi...
Kasih ku yang kurindukan...
Engkau di ufuk timur bersama mentari
Menanti ku tuk bersama...
Meraih misteri masa depan...

Meski ku tak mampu melihat...
Akhir arah tujuan kita...
Namun ku yakin cinta kita kan mampu bertahan.

Sabtu, 03 Maret 2012

Adam Khoo

Adam Khoo, orang Singapura.  Waktu anak-anak, ia adalah penggemar berat games dan TV.  Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV.  Baik main PS atau nonton TV.  

Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh.  Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah.  Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura.  Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.  Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura.

Di awal SMP, kebiasaan Adam tidak berubah.  Akibatnya, ia mendapat peringkat 10 terburuk.  Bayangkan saudara, menjadi peringkat 10 terburuk di SMP terburuk.  Bagaimana buruknya itu.

Usia 13 tahun, ia mengikuti suatu program dari Ernest & Young.  Dalam program itu, ia belajar apa yang namanya Neuro Linguistic Programme  (NLP), Accelerated Learning, dan sebagainya.

Program ini benar-benar bermanfaat bagi Adam.  Ia mulai mempraktekkan keterampilan barunya.  Apa yang ia lakukan setelah kembali ke sekolah?

Pertama ia menulis tujuannya.  Ia akan lulus dari SMP tersebut dengan nilai A semua.  Ia akan masuk ke Victoria Junior College.  SMU terbaik di Singapura.  Adam kemudian melakukan tindakan gila.  Ia umumkan tujuannya itu di depan kelasnya.  Apa yang terjadi?  Ia ditertawakan seluruh isi kelas.  Termasuk gurunya sendiri.

Bila anda jadi gurunya, anda pun mungkin melakukan hal yang sama.  Bagaimana mungkin seorang yang berada di urutan 10 terburuk di SMP terburuk ingin lulus dengan nilai A semua dan masuk ke SMU terbaik.

Tapi Adam tidak bergeming.  Tertawaan dan cemoohan guru dan teman-temannya ia jadikan sebagai sumber semangat.  Ia pikir, bila ia tidak bisa membuktikan kata-katanya, ia akan lebih ditertawakan lagi.

Karena itu, Adam berusaha keras.  Ia gunakan semua cara belajar hebat yang ia dapat dari program Ernest &  Young.  Hasilnya luar biasa.  Adam mulai bisa menjawab pertanyaan di kelas.  Meski ia tetap ditertawakan karena membuat catatan pelajaran dengan cara yang beda dan aneh.  Ia gunakan peta pikiran yang penuh dengan gambar dan simbol untuk mencatat. 

Akhirnya keras keras dan tekad baja Adam membuahkan hasil.  Ia lulus dari SMP itu dengan nilai A semua.  Ia berhasil masuk ke Victoria Junior College.  Di SMU terbaik ini pun, Adam tetap menjadi yang terbaik.  Ia lulus dari Victoria Junior College dengan nilai A semua dan sebagai lulusan terbaik.

Adam pun masuk ke National University of Singapore (NUS).  Universitas terbaik di Singapura.  Di NUS, ia berhasil masuk ke NUS Development Program.  Inilah program bagi mahasiswa Top One Percent.  Mahasiswa dengan prestasi akademis yang sempurna.  Program bagi para jenius.  Dari NUS, Adam lulus juga sebagai lulusan terbaik.

Itulah kesuksesan Adam di dunia akademisnya.  Bagaimana dengan dunia bisnis?  Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun.  Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.
  
Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun.  Ia berbisnis music box.  Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar.  Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura.  Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura.  Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.









Sumber : Dari berbagai sumber

Kisah Sebatang Gandum

Dahulu kala, ketika Kaisar langit sedang turun ke bumi mengelilingi bumi, keadaan tanah dan alam jauh lebih baik dari sekarang.
Pada masa itu, gandum yang terdapat di pohon gandum bukan hanya beberapa puluh butir saja. Gandum tumbuh dari pucuk sampai ke akar. Batang dan daun gandum tumbuh dengan subur dan panjang.
Namun manusia yang hidup dalam kehidupan yang melimpah ini tidak menghargai karunia dari para Dewa.


Pada suatu hari ada seorang wanita yang membawa anaknya sedang berjalan melewati sawah. Tiba-tiba anaknya terjatuh ke dalam sawah, sehingga seluruh pakaiannya penuh dengan lumpur.
Perempuan ini lalu mencabut segenggam pohon gandum yang tumbuh dan berbuah dengan subur. Tanpa peduli memakai pohon gandum ini mengibas membersihkan baju anaknya yang penuh lumpur.
Pada saat ini tepat Kaisar langit lewat, melihat peristiwa ini kaisar langit sangat marah dan berkata, “Mulai saat ini saya akan membuat gandum tidak akan berbuah lagi, manusia tidak pantas mendapat berkat dari Allah.”


Orang-orang yang berada di tempat tersebut setelah mendengar perkataan kaisar langit sangat ketakutan, mereka semua berlutut memohon belas kasihan kepada Kaisar langit, walaupun manusia tidak pantas mendapatkan berkat dari langit, tetapi para burung yang tidak bersalah ini, jika tidak ada makanan mereka akan mati kelaparan.  
Akhirnya karena Kaisar langit yang mempunyai belas kasih yang besar memenuhi permintaan mereka,  sehingga meninggalkan sedikit buah gandum yang tumbuh seperti keadaan sekarang ini.


Sekarang banyak bencana alam yang terjadi. Jika manusia masih tidak sadar, dan beranggapan ini hanya keadaan bencana alam biasa, tidak mencoba memperbaiki moral yang semakin merosot, serta tidak peduli kepada peringatan alam yang diberikan oleh para Dewa, maka akan terjadi bencana besar yang dapat memusnahkan manusia. er L
Sumber : Erabaru.net

Minggu, 26 Februari 2012

Kebun dan Kambing

Suatu hari dua orang sahabat baik sedang duduk di bawah pohon rindang sembari berkhayal,,,

A Cong : Seandainya saya punya uang banyak,
               saya akan membeli sebidang tanah yang luas,,,
               lalu saya akan berkebun disana...
A cay    : Wah... kalau saya punya uang untuk sebidang tanah,,,
               saya lebih senang membeli beberapa
               ekor kambing, sapi dan lembu untuk saya ternak...

A Cong : Wah.. itu asyik sekali,, kita akan bertetangga lagi,
               kebun saya akan menghasilkan palawija terbaik..

A Cay   : Tentu saja,,, ternak ku akan menjadi pasokan ternak
               terbaik di desa kita...

Sesaat mereka tertawa bahagia,,, membayangkan ternak dan kebun mereka berdampingan.
Tapi tak berapa lama kemudian, A Cong mulai  berpikir,,

A Cong : Eh... Tidak bisa begini,,, kalau kita bertetangga,,
               ternak mu akan memakan tanaman saya...
A Cay   : Mengapa kamu menuduh ternak saya??
               Kan kamu sendiri yang memilih berkebun,,,
               Jangan salahkan ternak saya dong,,, Tidak sopan.


Begitulah akhirnya mereka berdua berdebat sampai sampai ingin berkelahi. Kepala desa yang bijak kemudian melerai mereka.

Kepala Desa : Apa sebenarnya yang kalian debatkan?

A Cong         : Ternaknya hendak memakan tanaman saya pak kepala desa...

A Cay           : Enak saya,,, sembarangan menuduh, Tidak kepala desa,,,
                       ternak saya tidak menyentuh kebunnya,,,
                       Siapa suruh berkebun di samping peternakan saya???

Kepala Desa  : Tenang dulu,, A Cong,, mana kebun mu?
                       dan kau A Cay, dmana ternak mu??

A Cong & Acay : Tidak ada kepala desa, kan kami sedang berkhayal....

Kepala Desa  : Bila Kebun dan ternak itu tidak ada,,
                        lantas apa yang kalian ributkan????


Renungan : Terkadang manusia tenggelam dalam pikirannya sendiri, masa depan adalah misteri,,, bagaimana mungkin anda meributkan sebuah misteri ??

Senin, 20 Februari 2012

Biola Dengan Satu Senar

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh, namu tiba-tiba salah satu senar biolanya putus.


Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya.


Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tapi dia tetap main.


Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri & berteriak, “Hebat, Hebat…”


Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk.


Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.


Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.


Dengan mata berbinar dia berteriak,
“Paganini dengan satu senar”


Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya.


Penonton sangat terkejut & kagum pada kejadian ini.




PESAN MORAL


Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan & semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus & segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.


Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda?


Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?




Sumber http://www.meandconfucius.com

Kamis, 09 Februari 2012

Kitab Tung Shu menyatakan di Tiongkok purba terdapat sebuah puisi yang luar biasa tentang empat musim. Puisi ini dianggap berasal dari Kaisar Kuning yang legendaris. Dari puisi tersebut dapat diperoleh indikasi umum tentang kehidupan seorang bayi yang baru lahir. Hal ini diyakini tergantung dari musim lahir Anda. Hidup Anda bisa penuh beban atau penuh kelimpahan. Itu semua tergantung pada bagian mana dari tubuh Kaisar, Anda dilahirkan.
Tung Shu diisi dengan informasi esoteris yang paling menarik yang berkaitan dengan analisis takdir serta makna dari tanda-tanda dan simbol. Kaisar Kuning duduk di sebuah kursi. Karena di Tiongkok terdapat empat musim, maka penafsiran tergantung dari kelahiran tersebut.
Jadi pertama Anda harus menentukan musim lahir – musim semi, panas, gugur atau dingin. Musim semi berlangsung Maret, April, dan Mei; musim panas berlangsung Juni, Juli, dan Agustus; musim gugur berlangsung September, Oktober, dan November; dan musim dingin berlangsung Desember, Januari, dan Februari.
Berikutnya, Anda perlu menentukan jam lahir Anda didasarkan pada 12 cabang bumi. Waktu sebanyak 24 jam dibagi menjadi dua belas segmen masing-masing dua jam. Setiap segmen waktu merupakan salah satu hewan astrologi Cina.
Dengan dua potong informasi tersebut, maka Anda perlu melihat gambar dari Kaisar Kuning yang mengenakan jubah musim – jubah hijau untuk musim semi, jubah merah untuk musim panas, jubah putih untuk musim gugur, dan jubah biru untuk musim dingin.
Lihatlah Kaisar sesuai dengan musim lahir Anda. Kemudian cari pada bagian mana dari Kaisar, jam Anda dilahirkan.
Cari nama jam pada tubuh Kaisar dan periksa makna yang diberikan. Misalnya, pilar Anda jam Mao di musim panas, cari ilustrasi Kaisar pada musim panas. Cari di mana nama jam Anda berada pada tubuh dan kemudian baca makna yang diberikan di bawah musim panas.
Gunakan tabel dan diagram untuk menentukan pada bagian mana dari Kaisar, Anda dilahirkan. Kemudian lihat uraian di bawah ini untuk menemukan takdir Anda.
Lahir di Musim Semi (Maret, April, Mei)
Cher
Lahir pada Kepala Kaisar
Anda akan memegang posisi yang tinggi dalam hidup. Anda memiliki kekuatan dan kemampuan intelektual besar. Orang ini memiliki kewenangan, kekuasaan dan tanggung jawab. Orang seperti itu harus dibesarkan dan dididik dengan benar.
Tze & Wei
Lahir di Tangan Kaisar
Pencapaian Anda rata-rata dan lebih menguntungkan jika Anda memulai bekerja sebagai orang kedua, bukan sebagai pemimpin. Anda bisa naik atau memiliki jabatan tinggi menjadi tangan kanan orang kuat dan kaya.
Yu & Mao
Lahir pada Bahu Kaisar
Anda tidak akan pernah kekurangan pakaian di punggung Anda, yang berarti Anda akan selalu dapat membuat hidup yang baik. Tidak akan ada kekurangan kebutuhan dasar, termasuk memiliki sebuah rumah dan properti.
Wu
Lahir di Perut Kaisar
Nasib baik Anda dimulai dalam usia pertengahan. Ada banyak makanan, pakaian, dan semua kenikmatan materi dalam kehidupan ini.
Choh & Hai
Lahir pada Dada Kaisar
Anda akan melalui banyak perubahan dalam hidup Anda dan Anda akan mendapatkan kenaikan sosial. Dianjurkan jika Anda berada dalam situasi ini, Anda harus berusaha untuk berubah menjadi lebih baik dan menjadi lebih rendah hati karena menjadi lebih penting dalam pekerjaan dan kehidupan Anda.
Shen & Shih
Lahir pada Lutut Kaisar
Anda harus melakukan perjalanan banyak dalam hidup Anda, sehingga Anda dapat melihat ini baik atau buruk tergantung pada apakah Anda menikmati perjalanan atau tidak. Profesional, tapi hidup Anda penuh tantangan. Seperti pengembara, hidup kurang tenang dan sementara.
Sen & Yiu
Lahir pada Kaki Kaisar
Hal ini menunjukkan akan ada dua pernikahan dalam hidup Anda. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang dilahirkan di posisi ini. Untuk pria, hampir selalu mempunyai sifat gelisah atau tidak tenang.